BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

Tingkatkan Kompetensi SDM Pariwisata, NTB Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Housekeeping


Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Bidang Housekeeping yang berlangsung selama dua hari, pada 2–3 November 2026, bertempat di Hotel Montana.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan tenaga kerja housekeeping dari sejumlah hotel di Pulau Lombok. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahapan, yakni pemberian materi dan penguatan kompetensi pada hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan uji sertifikasi kompetensi pada hari kedua.

Ketua LSP Pariwisata Bidang Kompetensi, Ni Made Orto, menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi memiliki peran penting sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan dan keahlian tenaga kerja sesuai bidang pekerjaannya.

Menurutnya, sertifikat kompetensi tidak hanya menjadi bukti profesionalitas, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dalam pengembangan jenjang karier serta membuka peluang kerja yang lebih luas di industri pariwisata.

Selain itu, kepemilikan sertifikat kompetensi dapat menjadi keunggulan bagi tenaga kerja dalam proses rekrutmen, termasuk ketika mengikuti tahapan wawancara dengan pihak Human Resources Department (HRD).

Ia berharap, ke depan kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi dapat terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak tenaga kerja serta mencakup berbagai bidang kompetensi lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan, Mawardi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu aspek penting dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata NTB.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata menjadi bagian dari agenda strategis Pemerintah Provinsi NTB yang didukung oleh empat pilar utama, yaitu infrastruktur, sumber daya manusia, investasi, dan pemasaran. Dalam hal ini, penguatan SDM menjadi prioritas untuk memastikan sektor pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, tenaga kerja yang kompeten memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalitas industri pariwisata. Oleh karena itu, sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan kemampuan tenaga kerja mendapatkan pengakuan sesuai standar yang berlaku.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan sertifikasi dengan sungguh-sungguh. Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pembuktian atas kompetensi yang dimiliki,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi NTB berharap dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja pariwisata tidak hanya bersumber dari anggaran pemerintah, tetapi juga dapat diperkuat melalui keterlibatan sektor swasta, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari BUMN, BUMD, serta asosiasi di bidang pariwisata.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga sertifikasi, dunia usaha, dan asosiasi pariwisata diharapkan mampu memperluas akses pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja. Dengan demikian, semakin banyak SDM pariwisata yang memiliki kompetensi sesuai standar industri serta mampu meningkatkan daya saing destinasi dan industri pariwisata NTB.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas dan profesionalitas SDM sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pariwisata NTB yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.(red) 

Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.