LOMBOK BARAT, - Ahmad Nawawi mengakui kekeliruannya menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat mengolah surat terkait hasil penelitian berkas bakal calon Kepala Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Kekeliruan tersebut menyebabkan perbedaan nama Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Dasan Tapen dalam surat yang diunggah Ahmad Nawawi melalui akun Facebook pribadinya pada 10 Oktober 2026 dan dokumen yang dipublikasikan melalui akun Facebook panitia Pilkades Dasan Tapen.
Dalam unggahan Ahmad Nawawi, nama ketua panitia tertulis Marzuki, S.Pd., sedangkan dalam dokumen yang dipublikasikan panitia tercantum nama Marzoan, S.Pd.SD.
Ahmad Nawawi mengakui kesalahan tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk mengganti nama ataupun menganti tandatangan Ketua Panitia Pilkades Dasan Tapen.
"Saya mengaku salah menggunakan AI. Saya minta maaf, saya salah," ujar Ahmad Nawawi.
Ia menjelaskan, penggunaan AI dimaksudkan untuk memperjelas tulisan dalam surat. Namun, dalam proses tersebut, terjadi kekeliruan pada pencantuman nama ketua panitia.
Surat itu kemudian diunggah ke akun Facebook pribadinya dengan keterangan, "Alhamdulillah berkas sudah lengkap."
Ahmad Nawawi Mengaku Sudah Meminta Maaf
Ahmad Nawawi mengatakan, setelah unggahan tersebut beredar, anggota Panitia Pilkades Dasan Tapen, Rizalihadi, Teva Soli dan Lutfi. mendatanginya untuk memberikan teguran.
Setelah mendapat teguran, ia mengaku menyadari adanya kekeliruan dalam surat tersebut. Ahmad Nawawi kemudian menghapus unggahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada panitia Pilkades Dasan Tapen.
"Saya sudah minta maaf kepada panitia. Saya juga sudah menghapus postingan di Facebook. Persoalan ini sudah selesai," katanya saat diwawancarai wartawan melalui telepon seluler, Minggu (11/10/2026).
Secara terpisah, Rizalihadi membenarkan bahwa dirinya bersama Teva Soli telah menemui Ahmad Nawawi untuk meminta penjelasan mengenai unggahan tersebut.
Menurut Rizalihadi, Ahmad Nawawi telah mengakui kekeliruannya dan menyampaikan permohonan maaf.
"Ahmad Nawawi sudah mengaku salah dan sudah minta maaf," katanya.
Ketua Panitia Tegaskan Dokumen Resmi Tidak Keliru
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Dasan Tapen, Marzoan, S.Pd.SD, mengatakan pihaknya berencana memanggil Ahmad Nawawi untuk meminta klarifikasi mengenai perbedaan nama ketua panitia dalam dokumen yang beredar di media sosial.
Marzoan menegaskan bahwa surat yang diterbitkan panitia telah mencantumkan nama ketua panitia dengan benar. Menurut dia, kekeliruan terdapat pada surat yang diunggah Ahmad Nawawi melalui akun Facebook pribadinya.
"Kami sudah pastikan bahwa panitia Pilkades sudah membuat surat sesuai dengan nama ketua panitia, tidak ada kekeliruan. Nama yang tertera di unggahan Ahmad Nawawi salah," kata Marzoan.
Ia juga meminta Ahmad Nawawi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Facebook pribadinya.
Marzoan menjelaskan, rencana pemanggilan tersebut bertujuan memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai proses pengolahan surat dan penyebab terjadinya perbedaan nama dalam dokumen yang diunggah.(red)


Komentar0