LOMBOK BARAT, - Netralitas panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sorotan setelah beredarnya percakapan WhatsApp yang melibatkan salah seorang anggota panitia.
Anggota Panitia Pilkades Dasan Tapen, Herman, membenarkan percakapan tersebut. Ia mengakui kesalahannya dan menyatakan siap mengundurkan diri dari kepanitiaan setelah menyadari bahwa pesannya dapat menimbulkan persepsi mengenai netralitas dirinya.
"Saya mengaku salah. Percakapan di WhatsApp yang beredar itu benar," kata Herman.
Herman menjelaskan, percakapan tersebut berlangsung melalui WhatsApp bersama Kepala Dusun Dasan Tapen Induk, Ramli. Ia mengaku melakukan kekeliruan saat menulis pesan ketika sedang dalam perjalanan.
Setelah mencermati kembali isi percakapan itu, Herman menyadari bahwa anggota panitia Pilkades harus berhati-hati dalam berkomunikasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan kepala desa.
"Saya berusaha netral. Dalam percakapan itu saya tidak menyebutkan salah satu calon. Saya tetap salah karena saat menulis di WhatsApp, saya tidak berpikir terlebih dahulu," ujarnya.
Ketua Panitia Pilkades Dasan Tapen, Marzoan, mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi awal terhadap Herman setelah percakapan WhatsApp tersebut beredar.
Menurut Marzoan, Herman telah mengakui kesalahannya. Namun, keputusan mengenai sanksi maupun tindak lanjut terhadap status keanggotaannya masih menunggu pembahasan bersama pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Panitia berencana menggelar rapat pada Senin mendatang untuk membahas persoalan tersebut.
"Kami segera rapat bersama Pemdes dan BPD meminta klarifikasi salah satu anggota panitia. Kita tunggu keputusan lebih lanjut," kata Marzoan.
Ia mengatakan, langkah selanjutnya akan dibahas dengan mempertimbangkan hasil klarifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Ketua BPD Dasan Tapen, Lalu Mohammad Dul Rifai, mengatakan pihaknya masih menunggu undangan dari panitia untuk mengikuti forum klarifikasi terhadap Herman.
Menurutnya, forum tersebut akan menjadi kesempatan untuk mendengarkan penjelasan terkait persoalan yang muncul sekaligus membahas tindak lanjutnya.
"Nanti dalam rapat kami putuskan, apa sanksi yang diberikan," katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi mengenai sanksi terhadap Herman maupun statusnya sebagai anggota Panitia Pilkades Dasan Tapen.
Keputusan tersebut masih menunggu proses klarifikasi dan pembahasan bersama pihak-pihak terkait.(red)


Komentar0