LOMBOK BARAT, - Prof. Dr. Abdul Somad, Lc., Ph.D. mengajak masyarakat Lombok Barat menjadikan Munasabah Akbar untuk Lombok Barat Berkah sebagai momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
Menurut UAS, muhasabah penting dilakukan setiap orang untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada sesama.
Pesan tersebut disampaikan UAS dalam tausiyahnya pada puncak Muhasabah Akbar Untuk Lombok Barat Lebih Berkah.
UAS mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab atas amanah yang diberikan kepadanya. Terlebih bagi seseorang yang mendapatkan amanah untuk memimpin dan mengurus kepentingan masyarakat.
Pemimpin, kata UAS, tidak hanya bertanggung jawab kepada masyarakat, tetapi juga akan mempertanggungjawabkan amanah tersebut di hadapan Allah SWT.
Karena itu, seorang pemimpin perlu senantiasa melakukan muhasabah: apakah kekuasaan, jabatan, dan kewenangan yang dimilikinya telah digunakan untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Munasabah, lanjutnya, bukan sekadar mengingat kesalahan masa lalu, tetapi menjadi jalan untuk memperbaiki diri dan memastikan langkah ke depan lebih baik.
Pesan tersebut sejalan dengan harapan Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, yang sebelumnya mengajak masyarakat menjadikan puncak sebagai momentum bersama untuk memperbaiki dan membangun Lombok Barat.
Nurul Adha mengatakan, kehadiran UAS di alun-alun Lombok Barat menjadi momentum yang telah lama diharapkan.
“Ini menjadi tanda bagi Lombok Barat maju dan religius. Saat alun-alun jadi, kapan UAS akan ceramah ditempatkan, Allah kabulkan,” kata Nurul Adha.
Ia berharap Munasabah Akbar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Saya berharap ini menjadi momen untuk muhasabah sendiri. Kita perbaiki Lombok Barat, kita bangun Lombok Barat,” ujarnya.
Nurul Adha juga mengajak masyarakat bersama-sama memanjatkan doa untuk keberkahan Lombok Barat.
“Ini menjadi momen bersama untuk berdoa. Doa umara, doa masyarakat Lombok Barat untuk Lombok Barat, untuk keberkahan,” katanya.
Ia pun memohon doa masyarakat agar pemerintah daerah diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik.
“Mohon doa agar kami bisa dikuatkan dan memberi pelayanan bagi masyarakat Lombok Barat,” ujar Nurul Adha.
Munasabah Akbar tersebut menjadi ruang refleksi bersama bahwa membangun daerah tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik dan kebijakan pemerintahan, tetapi juga amanah, keteladanan, serta kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
Dari muhasabah diri, diharapkan lahir pemerintahan dan masyarakat yang semakin amanah, religius, serta bersama-sama membangun Lombok Barat yang berkah.(red)


Komentar0