Lombok Barat, — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat, H. Saeful Ahkam, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menyebut dirinya hanya berstatus penjabat, bukan Sekda definitif, sehingga tidak ingin jabatan tersebut dikaitkan dengan kepentingan pribadi maupun praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).
Saeful mengatakan, meskipun secara administratif dirinya memiliki peluang untuk mendaftar dalam proses seleksi Sekda definitif, ia memilih menjaga prinsip yang telah dipegang selama lebih dari dua dekade sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Biarpun saya layak mendaftar, pantang bagi saya mengorbankan integritas yang saya punya selama 20-an tahun menjadi PNS jika harus dikategorikan KKN,” katanya melalui postingan di Facebook.
Menurut dia, salah satu keputusan terbesar dalam perjalanan kariernya adalah ketika Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha maju sebagai calon wakil bupati. Saeful menyadari keputusan tersebut memiliki konsekuensi terhadap perjalanan kariernya.
Ia mengatakan, pilihan tersebut bukan semata-mata persoalan menang atau kalah dalam kontestasi politik, melainkan bagian dari komitmen menjaga integritas keluarga. “Beliau kalah atau menang, bagi saya sama. Komitmen integritas keluarga adalah segalanya,” ujarnya.
Memilih integritas daripada kemewahan materi
Saeful menyebut pengorbanan dalam perjalanan tersebut sebagai bentuk “kemewahan” yang ia persembahkan kepada keluarganya, terutama kepada istrinya, W. Yuliani Ahkam, serta anak-anaknya.
Namun, kemewahan yang dimaksud bukanlah kekayaan materi. “Kemewahan itu bukan kekayaan material. Tapi kemewahan yang hanya kesederhanaan hidup yang bisa memahaminya,” katanya.
Saeful menuturkan bahwa sebelum dipercaya menjadi Pj Sekda, dirinya telah menjalani perjalanan birokrasi selama puluhan tahun. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan, mulai dari kepala seksi, kepala bidang hingga kepala bagian, serta pernah bertugas di tiga organisasi perangkat daerah.
Karena itu, ia tidak melihat jabatan Pj Sekda sebagai tujuan akhir karier. “Saya adalah orang biasa yang diberikan kesempatan bernasib baik. Alhamdulillah, saya telah menduduki aneka jabatan sebelum Bu Wabup Lombok Barat bernama Ummi Nurul,” ujarnya.
Pj Sekda hanya sementara
Saeful menegaskan, statusnya sebagai Pj Sekda bersifat sementara. Sesuai ketentuan, tugas tersebut hanya dijalankan sampai pejabat Sekda definitif ditetapkan.
Karena itu, ia mengatakan salah satu tugas utamanya adalah memastikan proses seleksi Sekda definitif dapat berjalan dengan baik dan cepat. “Kalaupun saat ini saya hanya ‘menjadi’ penjabat, ini hanya karena dorongan sejarah yang secara aturan legal dan bahkan etis. Tugas saya paling lama adalah tiga bulan atau sampai yang definitif ada,” kata Saeful.
Ia menambahkan, dirinya justru berharap tidak terlalu lama berada dalam posisi tersebut karena jabatan Pj Sekda merupakan amanah yang memiliki tanggung jawab besar. “Tugas utama saya adalah mempercepat proses seleksi jabatan Sekda definitif agar saya tidak lama-lama mendapat jabatan yang menyibukkan ini,” ujarnya.
Siap bekerja untuk siapa pun bupatinya
Dalam menjalankan tugas, Saeful memastikan dirinya akan tetap bekerja secara profesional dan tidak membedakan siapa pun yang nantinya menjadi bupati Lombok Barat.
Menurut dia, loyalitas seorang birokrat harus ditujukan kepada aturan, pemerintahan, dan kepentingan masyarakat, bukan kepada kepentingan pribadi maupun hubungan keluarga. “Doakan saya bisa menjalankan tugas yang diamanahkan, siapapun bupatinya. Entah dia keluarga saya atau bukan,” kata Saeful.
Ia menegaskan bahwa prinsip tersebut menjadi bagian dari upayanya mempertahankan integritas pribadi dan keluarga.
Integritas sebagai Tri Kaya Parisudha
Saeful juga memaknai integritas tidak hanya dari perspektif birokrasi, tetapi juga nilai moral dan spiritual.
Ia mengutip konsep Tri Kaya Parisudha, yakni kesucian dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. “Integritas itu adalah Tri Kaya Parisudha. Saya ingin suci dalam pikiran, suci dalam perkataan, dan suci dalam perbuatan saya,” tuturnya.
Sebagai seorang Muslim, Saeful mengatakan prinsip tersebut juga selaras dengan nilai iman, ilmu, dan ihsan yang diajarkan dalam Islam.
Menurut dia, ihsan merupakan kesadaran bahwa setiap tindakan manusia berada dalam pengawasan Allah SWT. “Ihsan itu berarti Allah menjadi saksi saya,” katanya.
Saeful berharap prinsip tersebut dapat menjadi pegangan dirinya dan keluarga dalam menghadapi setiap amanah, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai Pj Sekda Lombok Barat. “Allah SWT melindungi kami sekeluarga, insya Allah,” ujarnya.(red)


Komentar0