BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

PGRI Lombok Barat Galang Rp.98 Juta untuk Sade dan Korban Gempa NTT


LOMBOK BARAT, - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Barat menunjukkan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan melalui kegiatan “PGRI Lombok Barat Berbagi”.

Kegiatan tersebut tidak hanya menyasar anggota organisasi yang sedang mengalami kesulitan, tetapi juga anak yatim dan masyarakat yang terdampak bencana di luar daerah.

Tiga agenda utama mewarnai kegiatan tersebut, yakni pemberian bantuan kepada guru anggota PGRI yang mengalami sakit menahun atau sakit berat, santunan kepada anak yatim se-Kabupaten Lombok Barat, serta penggalangan dana kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Korban Kebakaran Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah.

Enam Guru Sakit Mendapat Bantuan

Sebanyak enam guru anggota PGRI yang mengalami sakit menahun dan sakit berat menerima bantuan masing-masing sebesar Rp500.000. 

Bantuan tersebut memang tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi para guru. Namun, bantuan itu menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral dari keluarga besar PGRI kepada anggota yang tengah menghadapi ujian kesehatan.

PGRI Lombok Barat menegaskan pentingnya solidaritas terhadap sesama anggota.

“Ketika seorang guru sedang sakit, keluarga besar PGRI tidak boleh membiarkannya berjuang sendirian.”

Selain bantuan material, PGRI berharap para guru yang sedang sakit diberikan kesembuhan, kekuatan, dan ketabahan oleh Allah SWT. 

346 Anak Yatim Terima Santunan

Kepedulian PGRI Lombok Barat juga menyentuh anak-anak yatim.

Sebanyak 346 anak yatim se-Kabupaten Lombok Barat menerima santunan masing-masing Rp100.000 serta alat tulis.

Pemberian santunan tersebut bukan semata-mata dilihat dari nominal bantuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi tanda kasih sayang dan perhatian keluarga besar PGRI Lombok Barat kepada anak-anak yatim.

PGRI berharap para penerima santunan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berprestasi, berakhlak mulia, serta menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.

Rp. 98.099.500 Digalang untuk Korban Gempa NTT

Semangat kemanusiaan PGRI Lombok Barat tidak berhenti di wilayah kabupaten tersebut.

Ketika saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur mengalami musibah gempa bumi, keluarga besar PGRI Lombok Barat turut bergerak melakukan penggalangan dana dari anggota PGRI se-Kabupaten Lombok Barat.

Dari penggalangan tersebut, berhasil terkumpul dana sebesar Rp.98.099.500. Dana tersebut selanjutnya diperuntukkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi korban gempa di NTT. 

PGRI Lombok Barat menilai jumlah tersebut bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat kepedulian, keikhlasan, persaudaraan, dan rasa kemanusiaan dari para guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Lombok Barat.

Atas partisipasi tersebut, PGRI Lombok Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban bencana.

Dana yang dihimpun Rp.98.099.500. Dana sebesar Rp.50.000.000 untuk korban gempa NTT dan selebihnya untuk korban kebakaran Desa Sade, Lombok Tengah.

Ketua PGRI: Guru Harus Menjadi Teladan Kemanusiaan

Ketua PGRI Kabupaten Lombok Barat, H. Akhmad Sujai, mengatakan kegiatan PGRI Lombok Barat Berbagi menjadi gambaran bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota maupun besarnya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana organisasi mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.

Menurutnya, ketika ada guru yang sakit, PGRI harus hadir memberikan perhatian. Ketika ada anak yatim yang membutuhkan kepedulian, PGRI memberikan santunan. Begitu pula ketika masyarakat tertimpa bencana, PGRI ikut membantu.

“PGRI yang kuat, guru yang hebat, bermartabat, dan peduli terhadap sesama,” katanya.

Ia berharap kegiatan berbagi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya positif dalam keluarga besar PGRI Kabupaten Lombok Barat.

“Guru tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan teladan tentang kepedulian dan kemanusiaan,” kata Akhmad Sujai.

Disdikbud Lombok Barat Apresiasi Gerakan PGRI

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Khairudin, memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan PGRI Lombok Barat.

Menurut Khairudin, PGRI memiliki soliditas yang kuat karena dibangun dengan semangat “dari guru, oleh guru, dan untuk guru.”

Namun, menurut dia, semangat tersebut tidak semata-mata harus dilihat dari aspek finansial. Lebih jauh, PGRI juga memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru.

Khairudin mengatakan masih terdapat guru yang perlu terus meningkatkan kompetensinya di tengah perkembangan teknologi dan berbagai tantangan dunia pendidikan. Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengimplementasikan komitmennya sebagai pendidik.

“Guru bukan hanya sebagai agen transformasi ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menunjukkan keteladanan, memiliki kompetensi, dan menginspirasi murid,” ujar Khairudin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PGRI Lombok Barat yang telah menggagas kegiatan sosial tersebut.

“Terima kasih kepada PGRI yang telah menggagas kegiatan ini. Mudah-mudahan organisasi semakin bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

PGRI NTB Beri Apresiasi

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua I PGRI Provinsi NTB, H. Lalu Kaharudin.

Ia mengapresiasi jajaran pengurus PGRI Lombok Barat yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan PGRI Lombok Barat Berbagi merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap anggota dan masyarakat.

Guru Penerima Bantuan: Semoga Berkelanjutan

Salah seorang penerima bantuan, Guru SDN 1 Tanak Beak, H. Sahnun, menyampaikan terima kasih kepada PGRI atas kepedulian yang diberikan kepada anggota.

Ia berharap kegiatan sosial seperti PGRI Lombok Barat Berbagi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada PGRI atas kepedulian terhadap anggota. Semoga kegiatan semacam ini terus berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, PGRI Lombok Barat ingin meneguhkan perannya bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai wadah yang membangun solidaritas, kepedulian, persaudaraan, dan semangat berbagi.

Kegiatan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi guru tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang menghadirkan keteladanan dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.(red) 

Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.