LOMBOK BARAT — Ada yang berbeda dalam pendaftaran bakal calon Kepala Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (30/9/2026).
Jika biasanya pendaftaran bakal calon kepala desa identik dengan iring-iringan kendaraan, pemandangan berbeda terlihat saat Baehaqi, S.Adm. mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Dasan Tapen periode 2027–2035.
Baehaqi memilih berjalan kaki menuju lokasi pendaftaran. Langkahnya tidak sendiri. Doa dan restu kedua orang tua serta istri tercinta mengiringi perjalanan tersebut.
Di belakangnya, ratusan warga dan relawan turut berjalan bersama dengan penuh semangat.
Puluhan relawan dari Dasta Raya, BTN Perumda Utara, dan Carik Kauh dan Parwa juga ikut mengiringi Baehaqi menuju lokasi pendaftaran.
Tidak ada kemewahan yang hendak ditonjolkan. Yang terlihat justru kebersamaan.
Langkah kaki Baehaqi bersama warga menjadi bagian yang mencolok dalam proses pendaftaran tersebut. Bagi para pendukungnya, berjalan bersama bukan sekadar cara menuju lokasi pendaftaran, tetapi juga menjadi simbol kedekatan dengan masyarakat.
Yang tak kalah mengharukan adalah kehadiran istri tercinta dan doa restu orang tua.
Restu keluarga menjadi bagian penting sebelum Baehaqi melangkahkan kaki memasuki tahapan Pilkades Dasan Tapen.
Bagi Baehaqi, dukungan keluarga bukan sekadar dukungan moral. Restu tersebut menjadi sumber semangat untuk mengabdikan diri kepada desa yang dicintainya.
“Keinginan saya maju sebagai calon Kepala Desa Dasan Tapen adalah untuk mengabdi kepada desa tercinta. Saya ingin hadir untuk semua masyarakat,” kata Baehaqi kepada media ini.
Ia menegaskan, jika kelak mendapatkan amanah masyarakat, dirinya ingin menjalankan pemerintahan desa tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat.
Semangat tersebut dituangkan dalam tagline “Kades untuk Semua.”
Menurut Baehaqi, Dasan Tapen merupakan rumah bersama. Karena itu, seluruh masyarakat harus mendapatkan ruang yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa.
“Tidak membeda-bedakan agama, suku, ras maupun golongan. Desa ini milik kita bersama dan harus dibangun bersama,” ujarnya.
Dukungan Relawan
Dukungan terhadap pencalonan Baehaqi juga disampaikan relawan dari sejumlah wilayah.
Pendi, salah seorang relawan dari BTN Perumda Utara, menyatakan komitmennya untuk mendukung Baehaqi dalam Pilkades Dasan Tapen.
Menurut Pendi, salah satu pertimbangan dukungan tersebut adalah pengalaman Baehaqi yang pernah menjadi staf desa.
“Baehaqi punya pengalaman sebagai staf desa. Menurut kami, pengalaman tersebut menjadi modal untuk memahami pemerintahan desa dan ikut membangun Desa Dasan Tapen,” kata Pendi.
Sementara itu, relawan pemuda dari Dusun Carik Kauh, Dewa Putu Bare, mengatakan dirinya mendukung Baehaqi karena tagline “Kades untuk Semua” dinilai mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Desa Dasan Tapen.
“Bagi saya, ‘Kades untuk Semua’ menjadi simbol toleransi antarumat beragama. Tidak membedakan ras, suku maupun golongan. Itu yang menjadi salah satu alasan saya memberikan dukungan kepada Baehaqi,” kata Dewa Putu Bare.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap dukungan masyarakat kepada Baehaqi dalam kontestasi Pilkades Dasan Tapen.
“Saya optimistis dukungan masyarakat terhadap Baehaqi akan terus menguat,” ujarnya.(red)


Komentar0