Lombok Barat, - Langkah Baehaqi menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Dasan Tapen semakin mantap. Di balik keputusannya untuk maju, terdapat dukungan keluarga besar yang menjadi sumber kekuatan sekaligus pengingat bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Bagi Baehaqi, restu keluarga bukan sekadar dukungan untuk mengikuti kontestasi. Di dalamnya terdapat doa, harapan, dan pesan agar setiap langkah yang diambil tetap berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat Desa Dasan Tapen.
Dukungan tersebut salah satunya datang dari H. Muhasan Saputra, SE, yang saat ini berada di Jakarta. Melalui sambungan telepon, ia menyampaikan dukungan pribadinya terhadap rencana Baehaqi untuk maju sebagai calon Kepala Desa Dasan Tapen.
Ia mengatakan, dirinya telah sejak lama mendukung rencana tersebut. Ia melihat keputusan Baehaqi mendapat respons positif dari masyarakat, salah satunya tercermin dari antusiasme dan kehadiran warga dalam berbagai kesempatan.
“Saya secara pribadi sudah lama mendukung rencana Baehaqi untuk maju sebagai calon kepala desa. Saya melihat dari animo dan kehadiran masyarakat, responsnya cukup positif. Mudah-mudahan ini merupakan sambutan masyarakat yang selama ini melihat kinerja dan pengabdian Baehaqi selama berada di pemerintahan desa,” ujar H. Muhasan Saputra, SE melalui sambungan telepon.
Ia menilai pengalaman Baehaqi selama berada di pemerintahan desa menjadi salah satu pertimbangan penting. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal untuk memahami dinamika pemerintahan, kebutuhan masyarakat, serta berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Namun, dukungan tersebut juga disertai pesan tentang pentingnya menjaga amanah. Ia meminta Baehaqi, apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Dasan Tapen, agar menjalankan tanggung jawab tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Saya mendukung Baehaqi dan meminta dukungan dari keluarga besar Desa Dasan Tapen. Selama pengabdiannya di pemerintahan desa, tentu masyarakat bisa melihat hasil kinerjanya. Harapan saya, kalau nanti terpilih sebagai kepala desa, amanah itu benar-benar dijalankan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa seorang kepala desa harus siap menerima kritik dan teguran dari masyarakat. Kepemimpinan, menurutnya, bukan semata-mata soal kekuasaan, melainkan kesediaan menerima masukan dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.
“Kalau dalam perjalanan nanti ada kekurangan atau tidak menjalankan amanah, tentu harus sama-sama mengingatkan dan menegur. Jangan merasa karena sudah menjadi kepala desa kemudian tidak bisa dikritik. Kalau memang amanah tidak dijalankan, masyarakat punya hak untuk mengingatkan,” ujarnya.
Restu Keluarga Menjadi Kekuatan
Bagi Baehaqi, dukungan keluarga memiliki makna yang mendalam. Restu tersebut menjadi energi untuk menghadapi perjalanan menuju Pilkades yang tidak selalu mudah.
Ia menyadari bahwa perbedaan pilihan dan dinamika di tengah masyarakat merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, ia ingin menjalani seluruh tahapan dengan tenang, santun, serta tetap menjaga hubungan kekeluargaan.
“Restu keluarga adalah kekuatan bagi saya. Dukungan ini menjadi penyemangat untuk melangkah dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” ungkap Baehaqi.
Jika nantinya mendapat amanah dari masyarakat, Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menjalankan pemerintahan desa seorang diri. Ia ingin mengajak masyarakat terlibat dalam mengawal berbagai program pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.
Menurutnya, masyarakat bukan sekadar penerima manfaat pembangunan. Warga harus menjadi bagian dari proses pembangunan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau nanti masyarakat memberikan amanah, saya ingin mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mengawal program pembangunan desa. Mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya. Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri,” katanya.
Kepala Desa Bukan Pemilik Desa
Baginya, jabatan kepala desa bukanlah posisi yang menempatkan seseorang di atas masyarakat. Kepala desa, menurut dia, merupakan bagian dari masyarakat yang mendapat kepercayaan untuk mengelola pemerintahan dan memastikan pembangunan memberikan manfaat bagi seluruh warga.
Karena itu, ia berharap Pilkades Dasan Tapen tidak hanya menjadi momentum memilih seorang pemimpin, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Sebab setelah proses pemilihan selesai, siapa pun yang terpilih akan kembali menjadi bagian dari keluarga besar Desa Dasan Tapen.
Restu keluarga menjadi awal langkah. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan. Sementara amanah dan pengabdian menjadi tujuan. Di balik langkahnya menuju Pilkades Dasan Tapen, ada doa keluarga yang menyertai dan harapan agar pengalaman yang dimilikinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.(red)


Komentar0