BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

Disparekraf NTB Dorong Pelaku Ekraf Melek Teknologi Tingkatkan Penjualan


MATARAM – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Barat (Disparekraf NTB) terus mendorong pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) meningkatkan kapasitas dan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital. 

‎Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Optimalisasi Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif yang melibatkan 25 peserta dari berbagai subsektor Ekraf di Pulau Lombok, 12 - 13 Agustus 2026.

‎Kabid Kelembagaan Dispar NTB, Mawardi, ST., M.Par., mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku Ekraf dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung promosi dan pemasaran produk maupun jasa mereka. 

‎“Pelatihan ini menyasar 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk konten kreator, gim dan subsektor berbasis media lainnya,” kata Mawardi. 

‎Menurutnya, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai media sosial, tetapi juga dibekali kemampuan praktis dalam produksi foto dan video, pemasaran digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga teknik live streaming.

‎Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan metode pembelajaran yang memadukan materi dan praktik lapangan.

‎Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi terkait pemanfaatan AI sekaligus praktik produksi konten. Peserta kemudian diarahkan melakukan praktik langsung dengan mengunjungi sejumlah pelaku usaha dan destinasi pariwisata.

‎“Peserta kami bawa langsung ke lapangan untuk mempraktikkan apa yang sudah dipelajari. Ada kunjungan ke tempat usaha, destinasi seperti Sirkuit Mandalika, serta sentra kriya dan tenun, di Desa Sukarara," jelasnya.

‎Metode tersebut diharapkan membuat peserta tidak sekadar memahami teori, tetapi mampu menghasilkan konten digital yang lebih menarik dan efektif untuk kebutuhan promosi.

‎Selain produksi konten, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran melalui media sosial serta optimalisasi akun digital, termasuk untuk mempromosikan usaha, produk, akomodasi dan destinasi wisata.

‎Mawardi menambahkan, pemanfaatan AI menjadi salah satu materi penting dalam pelatihan karena teknologi tersebut dinilai dapat membantu pelaku Ekraf mempercepat proses produksi dan pengembangan konten.

‎“Output yang kami harapkan adalah peserta mampu menguasai foto, video, media sosial, pemasaran digital, AI dan live streaming sehingga bisa diterapkan langsung dalam pengembangan usaha mereka,” ujarnya.

‎Pelatihan tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Muhammad Erwan, dan menghadirkan mentor serta narasumber dari kalangan akademisi Politeknik Pariwisata (Poltekpar) yang juga memiliki pengalaman profesional di bidang digital dan Telkom. 

‎Dispar NTB berharap peningkatan kapasitas digital ini dapat memperluas jangkauan pemasaran pelaku Ekraf Lombok sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai bagian dari pengembangan pariwisata NTB.(red) 

Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.