BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

PGRI Lombok Barat Gelar Diklat Pembelajaran Interaktif Berbasis Papan Interaktif Digital


Lombok Barat – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Barat menggelar Diklat Pembelajaran Interaktif Berbasis Papan Interaktif Digital (PID) di SMPN 2 Gerung, Sabtu (25/7/2026). Mengusung tema "Strategi Menciptakan Kelas Aktif, Kolaboratif, dan Menyenangkan", kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis teknologi.

Diklat dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Haerudin, serta dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Lombok Barat H. Akhmad Sujai, Sekretaris PGRI Lalu Muhammad Junadi, Wakil Ketua II Nahar, Wakil Ketua III Syafii, dan jajaran pengurus PGRI Kabupaten Lombok Barat.

Ketua PGRI Kabupaten Lombok Barat, H. Akhmad Sujai, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program kerja organisasi berdasarkan amanat AD/ART PGRI dan hasil Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab). Selain peningkatan kompetensi guru, PGRI Lombok Barat juga menjalankan berbagai program organisasi dan sosial, seperti halal bihalal, sosialisasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Workshop Perempuan PGRI, santunan bagi anak yatim piatu, serta bantuan bagi guru yang mengalami sakit permanen.

Menurut Sujai, diklat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), mengasah keterampilan mengoperasikan berbagai fiturnya, sekaligus membekali guru agar mampu merancang pembelajaran yang aktif, inovatif, kolaboratif, efektif, dan menyenangkan sesuai prinsip PAIKEM. "Pada akhirnya, seluruh proses ini bermuara pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lombok Barat," ujarnya.

Pelatihan diikuti 60 guru, dengan masing-masing sekolah mengirimkan enam orang peserta sebagai perwakilan.

Dalam sambutannya, Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Haerudin, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, yakni menciptakan masyarakat yang maju, mandiri, dan berkeadilan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia mengapresiasi inisiatif PGRI yang menghadirkan pelatihan dengan semangat "dari guru, oleh guru, dan untuk guru." Menurutnya, penguatan kompetensi guru menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.

Haerudin kemudian mengajak para peserta merenungkan satu pertanyaan penting, yakni apakah guru dapat digantikan oleh teknologi. Menurutnya, teknologi mungkin menggantikan guru yang berhenti belajar dan enggan beradaptasi. Namun, guru yang terus mengembangkan kompetensi, memiliki empati, membangun karakter, serta menginspirasi peserta didik tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi secanggih apa pun.

Ia juga menyoroti tantangan pendidikan yang dihadapi saat ini. Berbagai hasil riset menunjukkan bahwa peserta didik semakin akrab dengan teknologi digital, tetapi belum sepenuhnya diimbangi kemampuan berpikir kritis dan memecahkan persoalan. Di lapangan, masih ditemukan peserta didik kelas VII SMP yang belum memiliki kemampuan membaca secara memadai.

"Kondisi ini ibarat fenomena gunung es. Yang tampak di permukaan hanyalah sebagian kecil dari persoalan pendidikan yang sesungguhnya. Karena itu, tugas guru bukan hanya mengajarkan pengetahuan, melainkan juga menumbuhkan literasi, membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, dan melatih kemampuan berpikir peserta didik," kata Haerudin.

Menutup sambutannya, Haerudin berharap seluruh peserta mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. "Teknologi adalah alat bantu, tetapi sentuhan, keteladanan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki guru tetap menjadi fondasi utama pendidikan," ujarnya.(sh) 

Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.