BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

Disdikbud Lombok Barat Perkuat Koordinasi Penanganan Anak Tidak Sekolah


LOMBOK BARAT,– Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali menggelar rapat koordinasi penanganan dan pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai upaya mempercepat pendataan dan penanganan anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Restoran Ujung Landasan, Gerung, Senin (15/6/2026), dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Haeruddin, S.Pd., M.Pd., mewakili Kepala Dinas Dikbud. Hadir pula Kasubag Program Disdikbud Dina Febryna, ST., serta seluruh pengawas sekolah, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah SD (K3S), dan pengawas se-Kabupaten Lombok Barat.

Dalam arahannya, Haeruddin mengapresiasi komitmen para pengawas dan kepala sekolah yang terus membangun sinergi dalam mendukung program penanganan ATS. Namun, ia mengakui bahwa progres penginputan data ATS masih berjalan lambat dan belum memenuhi target yang telah ditetapkan.

Menurut Haeruddin, data yang akurat menjadi kunci utama dalam merancang kebijakan dan langkah strategis untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan secara layak.

“Semakin sering kita berkoordinasi dan menunjukkan kolaborasi seperti yang kita lakukan hari ini, maka pola penanganan yang kita rencanakan akan semakin terlihat. Meskipun belum ideal, berbagai kekurangan tersebut dapat kita tutupi melalui eksekusi yang baik dan pelaksanaan komitmen secara bersama-sama,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan penanganan ATS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan. Karena itu, pengawas sekolah dan kepala sekolah diharapkan terus memperkuat koordinasi serta mempercepat proses validasi dan penginputan data di lapangan.

Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan yang setara.

Melalui penguatan koordinasi, validasi data yang akurat, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Lombok Barat berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan pendidikan sehingga dapat memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (Sahman)

Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.