![]() |
| Lalu Kholid Karyadi (kacamata hitam) di suatu kesempatan. |
MATARAM - Selalu ceria, gaya tetap semangat, mudah bergaul dan low profil. Itu lah sosok Lalu Kholid Karyadi yang ditetapkan sebagai Komisaris PT BPR NTB Perseroda. Tentu ini kabar baik bagi masyarakat umum. Sosok alumni Jogja itu kini ambil alih mengabdikan diri demi pembenahan PT BPR NTB kedepan lebih baik.
"Tunas doe plenggeh sami (mohon doa dukungan semua)," kata Kholid kepada media ini singkat di Mataram Kamis (12/02/2026).
Keterlibatan Owner Kebon Kupi Sembalun itu di dunia per bank kan bukan baru kemarin sore. Bukan pula karena sukses mengantarkan Iqbal Dinda menjadi Gubernur Wakil Gubernur NTB. Namun berkat integritas, kerja keras serta kemampuan personaliti yang dimilikinya mengantarkan dirinya duduk sebagai Komut PT BPR NTB.
"Ditahun 2005-2006 disaat PD BPR LKP masih berdiri sendiri dimasing-masing kecamatan se NTB, saya terlibat dalam migrasi dari microft excel ke software perbankan di dua kabupaten, Lombok Timur dan Lombok Tengah. Saat itu hanya saya tenaga lokal yg terlibat langsung secara teknis. Kemudian dilanjut dengan merger PD BPR LKP per kabupaten ditahun 2009-2010," ujarnya menceritakan pengalamannya di PT BPR NTB.
Begitupun ketika UIN Mataram membuka jurusan Ekonomi Syariah dan membangun Laboratorium Perbankan Syariah ditahun 2009-2011, Caq Kholid begitu akrab disapa 2 tahun pernah menjadi dosen pertama yang mengajar mata kuliah Komputer Perbankan.
"Saat itu ustad Muh Baihaqi jadi sekretaris Lab dan Prof Riduan Mas'ud jadi ketua lab-nya," katanya.
Perjalanan yang tak disangka-sangka, tahun 2025 dalam sebuah acara dipertemukan kembali dengan Didik Last Don Direktur Operasional PT PBR NTB.
"Saya bilang ini seperti mimpi dalam hayalpun tak sampai. Karena saat pertama kali bertemu, beliau masih tenaga honorer di PD LKP PRAYA, buRia Komisaris BPR NTB, saat itu masih menjadi SPI, Lalu Yudi kepala Divisi Bisnis masih menjadi staff, Lalu Adi Fansyuri masih di staff di PD LKP Labuan Lombok. ibu Laoli masih menjadi akunting di PD LKP MUJUR disana sy belajar cara hitung accrual basis," ujarnya.
Amanah yang dimandatkan kepada dirinya diyakini tidak lain skenario Sang Kholik. Ia hanya berdoa dan memohon dukungan semua pihak agar dapat menjalankan amanah tersebut.
"Sekali lagi mohon doa dan dukungannya," ungkapnya. (*)


Komentar0