BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

Bersama Bali & NTT, NTB menjadi Blok Ekonomi Baru Kawasan Timur


Tiga provinsi yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) perkuat kerja sama regional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 22 Desember mendatang di Labuan Bajo. 

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa kerja sama tiga provinsi ini menjadi tonggak penting dalam membangun kekuatan ekonomi kawasan timur Indonesia. Kesepakatan ini juga menjadi awal pembentukan Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR BNN) yang mulai diinisiasi melalui serangkaian pertemuan intensif.

“Tadi kita sudah sepakat dan menentukan lima bidang utama kerja sama: pariwisata, konektivitas, energi terbarukan, perdagangan, serta ekspor komoditas unggulan. Pertemuan berikutnya di Labuan Bajo akan menjadi momen penandatanganan PKS, dan insyaallah pada 2026 kerja sama ini mulai dijalankan secara penuh,” ujarnya, Selasa (25/11/2025) di Kawasan Mandalika. 

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat daya saing regional, tetapi juga menjadi model pengembangan ekonomi berbasis keunggulan daerah yang saling melengkapi.

Sementara itu, Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, menegaskan bahwa kerja sama tiga provinsi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Bali, yang digagas oleh gubernur NTB dan NTT. Ia menyebut, secara historis Bali, NTB, dan NTT merupakan satu kesatuan wilayah budaya yang dikenal sebagai Sunda Kecil.

“Ketiga daerah ini memiliki hubungan historis yang sangat kuat. Skema kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong perkembangan ekonomi kawasan. Kami siap membangun Indonesia dari timur, dan semoga kerja sama ini berjalan baik serta memberi manfaat besar bagi masyarakat,” kata Koster.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai pertemuan terbaru ini telah menghasilkan kesepakatan yang jauh lebih matang dibandingkan pembahasan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa pertemuan di Labuan Bajo nanti akan menghadirkan para bupati dari ketiga provinsi untuk memperjelas mekanisme teknis dan distribusi peran. 

“Ada kesepakatan yang lebih jelas, ada ‘rumahnya’, dan selanjutnya kita isi dengan tahapan serta pembahasan lebih detail. Kami juga akan mengundang para pengusaha agar kerja sama ini tidak hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi payung bersama yang memberi keuntungan bagi tiga provinsi, terutama masyarakatnya,” jelasnya.

Laka Lena juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan respons positif terhadap inisiatif ini. 

“Respons pemerintah pusat sangat bagus dan sejalan dengan arahan presiden agar daerah mengembangkan dan memperkuat potensi yang dimiliki,” katanya. 

Penandatanganan MoU dan PKS Regional Bali–NTB–NTT ini diharapkan mampu membentuk blok ekonomi baru di kawasan timur Indonesia, mendorong pertumbuhan investasi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperluas pasar komoditas unggulan dari ketiga provinsi.(red) 

Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.