BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

Peran Penyuluh Pertanian di NTB dalam Marketing LinkedIn Porang


Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Mataram mengadakan pelatihan Bimbingan Teknis Kemitraan dan pemasaran Porang Bagi Penyuluh IPDMIP yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan penyuluh dan staf lapangan yang akan dikembangkan di masing-masing wilayah binaan untuk meningkatkan produktivitas. Demikian dikatakan Kepala Bapeltanbun Mataram H. Hendro Yulistiono, SP, M.Si, saat membuka pelatihan tersebut, Senin (20/6/2022) di Narmada.

Ia menjelaskan bahwa komoditas porang baru dua tahun belakangan ini masuk sebagai komoditas pangan,  sebelumnya merupakan tanaman yang hanya tumbuh di hutan.

"Tanaman porang awalnya ditanam  untuk memanfaatkan areal hutan. Namun karena melihat hasil yang luar biasa dari porang ini akhirnya Menteri memutuskan Porang harus dikembangkan sebagai komoditas pangan yang bisa menjadi bahan makanan pokok seperti beras," ujarnya.

Hendro meminta para penyuluh untuk ringan tangan membantu petani dalam membudidayakan porang sebagai bentuk tanggungjawab.

"Kalau ada petani minta bantuan menanam porang segera bantu hingga pemasarannya, karena ini merupakan tanggungjawab pertanian," imbuhnya.

Diterangkannya, porang ini menjadi ngetrend karena banyaknya permintaan eksport. 

"Tentunya porang berkualitas ekspor banyak sekali permintaan. Di Madiun sudah banyak eksportir jadi kita disini harus optimis pasar porang sangat terbuka. Di NTB sudah banyak yang menanam porang bahkan sebuah perusahan di sini telah mengembangkan tanaman porang karena itu telah dicanangkan pembangunan pabrik Porang di Sekotong," tandas pria ramah ini.

Hal senada juga dikatakan oleh Koordinator Widyaiswara (Pelatih PNS) Ir. H. Ribut Suryanto, MP. Ia bahkan memotivasi para penyuluh untuk menyampaikan rasa optimisme ke para petani porang dalam membudidayakan porang karena saat ini porang sudah menjadi komoditas eksport. Maka dari itu kata dia dilaksanakanlah pelatihan ini sesuai permintaan Kabupaten yang mulai melihat besarnya permintaan porang di NTB.

"Karena permintaan Porang di NTB sudah sangat besar, mau tidak mau kita harus melatih penyuluh dari program IPDMP. Pasar saat ini mulai terbuka seperti Bumi Berkah di Lombok Utara yang sudah mulai ekspor. Beberapa waktu lalu porang sempat turun harga namun begitu Vietnam melirik bahkan turun langsung ke Lombok Utara harga beranjak naik menyentuh 30 ribu perkilo," tukasnya.

"Vietnam memilih NTB karena kualitas porangnya lebih bagus, dengan kepercayaan Vietnam ini diharapkan petani harus komit dengan tetap menjaga kualitas porangnya, porang sempat turun harga karena kualitas yang dikirim tidak sesuai pesanan," imbuhnya.

"Permintaan saat ini lebih dari seratus  ton perbulan dari pasar Vietnam itu. Banyak yang sudah produksi di Lotim, Loteng dan dari Dompu juga, karena dari Bayan sendiri belum mampu menyediakan sesuai pesanan. Makanya butuh pasokan dari kabupaten lain. Semoga Vietnam ini bisa mendongkrak harga Porang di NTB," harapnya.

Johansyah,SP, seorang Penyuluh dari Dompu mengungkapkan pelatihan ini sangat bermanfaat. Pasalnya sebelumnya bagi dia pemasaran porang ini sangat rumit. Namun setelah pelatihan ini ada bayangan tentang apa yang harus disampaikan ke petani. 

"Semua pengetahuan dari pelatihan akan kita sampaikan ke petani tentang bagaimana pemasarannya sehingga petani optimis dalam membudidayakan Porang karena mereka tidak lagi berpikir menjual kemana. Kita akan meyakinkan petani bahwa prospek usaha tani ini sangat bagus. Peluang pasar porang untuk NTB sangat terbuka. Apa yang ditanam saat ini belum mencukupi kebutuhan," ujarnya.

Sebagai komoditas unggulan daerah, ia berharap pemerintah terus memberi pelatihan terutama bagi para petani bagaimana menanam porang secara baik dan benar serta membantu ketersediaan bibit porang untuk petani.

Untuk diketahui pelatihan ini dilaksanakan selama 4 hari sejak tanggal 20/23 Juni dengan jumlah peserta 30 orang Penyuluh yang berasal dari Lotim 7 peserta, Loteng 7 peserta, Dompu 7 peserta, Bima 7 peserta dan Penyuluh Provinsi 2 peserta.

Pada hari Rabu (22/6/2022) dilakukan kegiatan praktek lapangan  di Koperasi Tani Berkah Gumi Lombok di Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara yang diketuai oleh Putra Anom.

Koperasi ini membeli hasil panen porang dari kelompok tani sekitar Lombok Utara yang sudah bermitra dengan koperasi. Nantinya porang tersebut akan dibentuk chip dan diekspor ke Vietnam. Pihak Koperasi berharap mampu  mengolah porang tersebut dalam bentuk tepung sehingga harga jual semakin tinggi.(red)

Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.