F Enggak Perlu ke Pare, Cukup ke Lenek saja! - Mata Nusantara -->

Enggak Perlu ke Pare, Cukup ke Lenek saja!

Lombok Timur, - Judul itu menggambarkan semangat SMAIT Cahaya Bangsa dengan salah satu inovasi programnya dalam pengembangan Bahasa Inggris santri. 

Kegiatan yang dinamakan “English Camp 100%” ini adalah bagian dari program visi bernama “English Internship”. Internship atau magang adalah proses pemahaman pekerjaan dengan praktek kerja secara langsung di Industri terkait yang berakhir dengan perolehan skillset maupun networking penunjang karir di masa depan nanti.

Anak-anak tak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk bisa belajar ke Pare Kediri, cukup mereka bayar tiket camp dengan 50 vocab baru, santri sudah bisa bergabung kegiatan camp sepekan ini, dan kualitas camp tidak kalah dengan kualitas camp di Pare Kediri karena camp ini dimentori oleh beberapa expert dalam pengembangan Bahasa Inggris siswa, yang terdiri dari guru dan dosen Bahasa Inggris”. Ujar Kepala SMAIT Cahaya Bangsa Lalu Yulhaidir kepada matanusantara.com, Senin (29/3/2021).

Kegiatan ini sangat menarik, karena santri dan guru diharuskan bicara menggunakan Bahasa Inggris secara full selama sepekan. No English no service, demikian motto kegiatan kali ini. 

Melalui aturan tersebut camp ini menjadi sangat produktif untuk menambah kosakata santri dalam Bahasa Inggris, sehingga dalam hitungan 10 menit saja santri sudah memiliki 5-7 kosakata baru. 

Menariknya lagi dari kegiatan ini adalah seluruh guru juga harus berbahasa Inggris, seluruh aturan yang diterapkan pada santri, diberlakukan juga untukk guru secara penuh, “hanya dengan begitu kita bisa mencapai tujuan camp ini”, lanjut Yulhaidir. 

Tujuan dari kegiatan ini adalah mempersiapkan santri untuk lebih lancar berbahasa Inggris, baik di rumah ataupun di sekolah. Program ini juga menopang rencana sekolah untuk memperlancar dan mempermudah santri menyiapkan skill Bahasa untuk menembus perguruan tinggi luar negri melalui jalur beasiswa. 

Selain melalui karantina Pendidikan luar negri, camp ini juga berfungsi untuk menjembatani santri sejak dini, bagaimana mengakses Pendidikan terbaik luar negri dengan modal Bahasa Inggris yang baik. 

Program ini sangat dinikmati santri, karena dikemas atraktif dan kreatif. Beberapa tamu dari luar juga dihadirkan dalam camp ini, ada juga kegiatan menjemput native speaker di Kawasan wisata Sade Lombok Tengah, disana santri mempresentasikan produk entrepreneur mereka di hadapan native speaker dalam Bahasa Inggris. 

Kegiatan juga ditopang dengan haking (jalan Panjang), agar santri tidak bosan mengikuti camp di tiga tempat yang berbeda dalam sepekan ini. “Kami berharap anak-anak lebih siap, dan Bahasa Inggris yang dimilikinya mampu mengantar mimpi besar mereka melanjutkan Pendidikan terbaik di luar negri, camp ini juga diharapkan bisa meningkatkan skor TOEFL/IELTS santri yang akan diuji saat kelas 3 semester awal nanti”. Tutup Yulhaidir.(r)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel