F Rencana Pembangunan Trek Sepeda MTB di Bukit Cacing Diprotes - Mata Nusantara -->

Rencana Pembangunan Trek Sepeda MTB di Bukit Cacing Diprotes

Seorang pesepeda sedang mencoba trek di Gunung Sasak

Lobar, - Pemkab. Lombok Barat akan menggelontorkan Rp. 500 juta untuk membangun trek sepeda MTB di bukit Cacing, Desa Taman Sari kecamatan Gunung Sari Lobar. Trek ini nantinya berfungsi sebagai tempat latihan komunitas olahraga pesepeda.

Walaupun hal ini diapresiasi oleh Dewan pembina LSM Jaringan informasi dan komunikasi Lombok Barat (Jarinkobar) Muhazam Fadli, namun Muhazam menyayangkan anggaran yang akan digelontorkan begitu besar untuk hanya sekedar tempat latihan.

"Kami apresiasi niat baik pemkab, tapi sangat di sayangkan pemkab Lobar sepertinya pilih kasih dan tidak adil. Ya tidak adil karena hanya membangunkan satu tempat latihan komunitas olahraga saja, padahal komunitas olahraga yang membutuhkan alam seperti bukit Cacing banyak, contoh, komunitas Trail yang biasa Trabas dan motorcross, komunitas Offroad, komunitas BMX," sesalnya melalui rilis yang diterima media ini, Kamis (5/11).

Ia mengaku heran, sepeda itu tidak bayar pajak tiap tahun, tapi pemkab mau menggelontorkan anggaran sampai setengah miliar, sementara ujarnya komunitas trail dan offroad tak disentuh sama sekali.

"Berapa sih atlet MTB yang akan latihan di trek itu? Jika pemkab tetap pagah (bersikeras red.) untuk membangun trek dengan membeli tanah warga, kenapa tidak sekalian saja pemkab membeli tanah warga itu untuk lintasan khusus komunitas Trail dan Offroad serta BMX agar tempat latihan menjadi terpusat. Jadi pemkab tidak terkesan pilih kasih. Jika tidak mampu dari segi anggaran, maka kami berikan solusi untuk menggunakan Gunung Sasak. Di Gunung Sasak sudah ada trek sepeda bahkan sudah ada 3 Line. Pemkab akan menambah trek untuk komunitas Trail, offroad, BMX dan lainnya," ungkapnya.

Ia menjelaskan di Gunung Sasak pemkab tidak perlu beli tanah, hanya mengurus administrasi saja, ia yakin karena sama pemerintah pengurusan akan jadi mudah.

"Nah anggaran yang besar itu kan bisa dipakai untuk kebutuhan masyarakat yang mendesak saat ini. Contoh untuk merelokasi pedagang di bundaran patung sapi agar terlihat tertata, atau membangun fasilitas umum seperti mushalla dan WC umum di seputaran bundaran patung sapi. Katanya mau bangkrut karena covid19, eee kok malah mau beli aset, Aduh Tuhan," tukasnya.

Muhazam menceritakan, menurut info yang di dapat, bahwa pemkab akan membeli aset berupa tanah yang diperuntukan untuk trek sepeda MTB di bukit cacing Gunung Sari. Tanah yang akan dibeli itu merupakan tanah warga setempat dengan Luas 2 meter sepanjang kurang lebih 2,7 KM dan akan menghabiskan anggaran Rp. 500 juta. Dana tersebut bersumber dari DID atau Dana Insentif Daerah yang melekat di anggaran BPBD.

"Proses pembelian tanah sudah di mulai, desa beserta Camat sudah mengumpulkan sertifikat tanah warga sekitar 50 sertifikat. Bagi warga yang belum punya sertifikat di minta untuk membuat sporadik. Hingga saat ini, ada 3 warga pemilik tanah yang belum sepaham dengan pihak pemda," imbuhnya.

Karena anggaran tersebut kata dia harus tuntas terpakai sebelum tanggal 24 Desember 2020. Maka pemkab Lobar berencana akan mentransfer dana tersebut ke rekening Porkdarwis desa setempat dan pemda Lobar akan menahan rekening Porkdarwis untuk sementara sampai proses Apraisel tanah selesai dilakukan.

"Gak tau ini cara benar atau salah. Saya berharap APARAT penegak hukum untuk memantau eksekusi anggaran dan proses pembelian aset ini. Jika ada yang mencurigakan langsung di tindak saja. Kami juga dari LSM akan terus memantau," tandasnya.(red)

  1. Dukung dan kawal bro, jangan iri

    ReplyDelete
  2. Luar bias Brovo pemda lobar pokoknya two tumps up👍👍

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel