BSA7Gpd8GUz5TproTprpTfA7Gi==

PKD Menjadi Kulminasi Penampilan Anak Didik dalam Berkreasi

Mataram, - Dinas Dikbud NTB melaksanakan penutupan Gelar Budaya dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2020 pada Sabtu (28/11). Sekda Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si., menutup secara resmi pekan kebudayaan daerah sekaligus memberi apresiasi kepada Dinas dikbud NTB karena telah mengembalikan nuansa kebudayaan dengan diadakannya acara gelar budaya.

"Kami memberikan apresiasi luar biasa, kedepan kegiatan ini harus menjadi agenda rutin dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatannya. PKD menjadi titik kulminasi dari penampilan para seniman dan anak didik dalam berkreasi. Ibadah membuat hidup terarah, teknologi membuat hidup menjadi mudah dan seni budaya membuat hidup menjadi indah. Tiga hal ini menjadi tupoksi Dikbud dalam menciptakan generasi masa depan," terang Miq Gite kerab ia dipanggil.

Sebelumnya Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., memaparkan rangkaian PKD sejak dibuka pada Senin hingga ditutup pada Sabtu, diantaranya lomba mendongeng di tempat bersejarah, lomba tari kreasi, lomba menyanyi solo, lomba hadang istimewa setiap sore dilakukan saat PKD berlangsung.

"Awal tahun 2020 semester lalu, Dikbud mempersembahkan kompetensi melalui project based dan production based learning dalam  bentuk motor listrik, cold storage kemudian peralatan teknologi lainnya, tidak kurang dari sekitar 17 inovasi. Maka di semester penghujung 2020 ini, kami mempersembahkan ekspo SMK untuk pengolahan hasil pertanian, ibu Wagub sudah meresmikan dan membuka gerai Aislah (Aktifitas istimewa sekolah) di Lombok Timur. Anak-anak kita sudah bisa menjadi entrepreneur baru yang saat ini masih kelas 11 dan 12 SMA," sambungnya panjang lebar.

Aidy juga menyebut di PKD tersebut ada gerai besar SMK Hebat Mart yang menjual hasil anak-anak karya boga, kompetensi boga yang terkoneksi dengan layanan belanja online yang tidak bisa dipisahkan dengan kemajuan era digitalisasi. 

"Alhamdulillah di gerai mart ini ada penjualan dari gerai anak SMK, SLB termasuk batik yang saya pakai ini hasil anak-anak SLB," katanya sambil memamerkan batik yang ia pakai.

Dikatakannya, SMK Hebat Mart itu telah mampu melakukan transaksi senilai 20 juta dari toral harga barang yang disimpan di gerai itu  senilai 30 juta.

"Sampai ditutup hari ini, barang di SMK Hebat Mart laku 80 persen atau senilai 22 juta untuk karya anak-anak selama kegiatan ini," ujarnya.

Pada kegiatan ini juga digelar permainan daerah yang diikuti oleh berbagai jenjang sekolah dari SD, SLB, SMP, SMK, dan SMA se-NTB.

Sebelum ditutup resmi, dilakukan pemberian penghargaan untuk guru, Kepala Sekolah berprestasi dalam menulis dan ada Duta Science, kompetensi bakat oleh siswa seperti lomba debat, kompetensi sience, pekan olimpiade since, festival seni, debat bahasa inggris serta pemberian penghargaan bagi duta pelajar pariwisata 2020.(red)


Komentar0

Cari Berita Lain di Google News

Type above and press Enter to search.