F Penyaluran BST Kurang Maksimal - Mata Nusantara -->

Penyaluran BST Kurang Maksimal

Mataram, - Program Bantuan Sosial Tunai (BST) merupakan program pemerintah melalui Kementrian Sosial RI yang diperuntukan bagi keluarga yang tidak termasuk ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) atau non PKH.

BST diberikan pemerintah bertujuan untuk menambah daya beli keluarga yang kurang mampu atau yang kondisi ekonominya sedang terkena imbas covid-19.

Agar program tersebut tepat sasaran dan dapat diakses oleh publik, Kemensos RI terus berupaya melakukan sosialisasi, salah satunya dengan cara mengadakan Webinar via zoom, dalam hal ini bekerjasama dengan Komunitas Sosial Pendidikan Muda Mengajar yang ada di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengusung Tema "Penyaluran dan Manfaat BST : Ikhtiar Pulihkan Ekonomi Indonesia" pada Kamis (5/11)

Hadir sebagai pemateri, Dede Tsyabitul Misyaq (Kepala Kasi Dinsos Lombok Tengah), Sugiyana (Kepala Kantor Pos Mataram), Muhamad sadli, S.Pdi., M.Pd (Akademisi UNU NTB), Hadi Wijaya (Pengamat).

Dalam proses pelaksanaan penyaluran BST maupun bansos lainnya masih sangat jauh dari kata maksimal karena banyak faktor, salah satunya karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, hal itu diungkapkan oleh Hadi Wijaya selaku pengamat bantuan sosial di NTB.

"Dalam proses penyaluran bantuan sosial di NTB ini banyak sekali masalah yang saya temukan, faktor utamanya adalah terkait validasi dan verifikasi data dengan rentan waktu yg cukup lama, dan juga kurangnya sosialisasi dan transparansi dari pemerintah," ungkap Hadi.

"Dengan adanya webinar ini, setidaknya bisa mengatasi salah salah satu masalah tersebut," tambahnya.

Terkait masalah verifikasi dan validasi data KPM Bansos,khususnya BST, Dede Tsyabitul Misyaq, selaku Kepala Seksi padab Dinsos Lombok Tengah mengungkapkan, bahwa data yang selama ini digunakan adalah hasil dari BDT tahun 2015 dan telah diperbaiki lewat pemutahiran data di tahun 2019.

"Memang cukup lambat karena Dinas Sosial sendiri masih sangat kekurangan infrastruktur untuk melakukan semua itu dengan cepat. Bebicara validasi data, memang kami cukup lambat karena kurangnya infrastuktur dalam mengatasi masalah tersebut, tetapi dari tahun 2019 kami cukup intens mengkawal data dan perubahan data tersebut," terangnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa BST hadir untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak covid-19.

"BST hadir untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu ditengah pandemi covid-19, dan BST ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak menerima bansos serupa, seperti PHK dan BPNT," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pos Kota Mataram, Sugiyana, mengungkapkan bahwa saat ini BST sudah memasuki tahap penyaluran Ke-7 dan akan memasuki tahap Ke-8 yang akan segera di realisasikan sebelum bulan Desember 2020.

"Kantor pos sebagai wadah untuk menyalurkan BST ini sudah memasuki tahap ke 7, dan sebelum Desember ini sudah dapat kami pastikan akan masuk ke tahap penyaluran ke 8," ungkap Sugiyana.

Dari sudut pandang akademisi, Muhamad Sadli, S.Pdi., M.Pd, menyoroti  kepanikan di kalangan masyarakat Indonesia yang menyebabkan orang-orang melakukan panic buying, sehingga banyak kalangan masyarakat memborong  barang kebutuhan harian.

"Akibat dari adanya Pandemic Covid 19 ini memberikan pengaruh hampir pada seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia, seperti halnya sektor pendidikan," katanya.

Dengan adanya pandemi covid-19, separuhnya di pangkas yang semulanya untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat indonesia, namun masyarakat indonesia khususnya masyarakat NTB tidak boleh pesimis dalam menjalani hidup di tengah musibah ini dan saya yakin pasti ada saja hikmahnya di balik semua ini.

Di tengah covid-19 ini, pemerintah juga menganggarkan bantuan seperti BST, Bantuan sosial dari kementrian sosial yang diluncurkan untuk masyarakat terdampak pandemi yang bersifat bantuan tanggap darurat, dengan demikian tujuan dari peluncuran bansos ini untuk mengurangi beban dan meningkat daya beli masyarakat akibat pandemi.

"Melalui BST, Banyak masyarakat yang bersyukur dan merasakan manfaatnya. Terlebih penyalurannya sangat cepat. Karena dengan bansos BST ini mereka yang dapat merasa terbantu secara finansial dalam kebutuhan ekonomi keluarganya, dan kebutuhan padilitas pendidikam daring saat ini," tandas Sadli.(red)

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel