F Dispar NTB Beri 120 Sertifikat CHSE di tiap Destinasi Wisata - Mata Nusantara -->

Dispar NTB Beri 120 Sertifikat CHSE di tiap Destinasi Wisata

Lombok, - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar sosialisasi panduan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) bagi pelaku industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Lombok.

Kegiatan sosialisasi ini memasuki tahap kedua, yang dilaksanakan secara bersamaan di tiga kota yang menjadi destinasi wisata MICE, antara lain Surabaya, Manado, dan Lombok. 

Koordinator Promosi dan Pendukung Wisata, Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, Titik Wahyuni, saat menyampaikan sambutan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara luring dan daring di Hotel Novotel Lombok Resort and Villas, Jumat (2/10/2020), mengatakan panduan protokol kesehatan wisata MICE menjadi faktor yang sangat penting. Mengingat, aktivitas industri MICE sudah mulai aktif kembali.

“Oleh karena itu, Kemenparekraf menginisiasi kegiatan sosialisasi ini supaya para pelaku industri dan stakeholders terkait MICE dapat memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan yang telah disusun dalam panduan. Sehingga, wisatawan MICE yang akan ke Indonesia percaya dan tak segan untuk melakukan perjalanan wisata dengan aman dan nyaman,” jelas Titik Wahyuni.

Titik Wahyuni juga menjelaskan bahwa panduan protokol kesehatan ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan wisata MICE yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Turunan panduan operasional ini berasal dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat memacu kreativitas pelaku industri MICE yang lebih baik dari sebelumnya, mengakselerasi kembalinya pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, serta menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE yang memiliki value proposition,” kata Titik Wahyuni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Mohammad Faozal, memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf dan seluruh stakeholders yang terlibat dalam sosialisasi panduan protokol kesehatan berbasis CHSE, khususnya dalam kegiatan wisata MICE.

“Kehadiran protokol kesehatan pada kegiatan wisata MICE diharapkan bisa mendorong industri MICE agar dapat beroperasi kembali dan tetap produktif namun tetap aman dari COVID-19,” ujar Faozal.

Faozal mengatakan pihaknya juga telah menyelesaikan pemberian sertifikasi CHSE pada tiap destinasi wisata di Lombok. “Sudah 120 sertifikasi yang telah kami berikan kepada pelaku usaha di bidang pariwisata. Namun perlu diingat bahwa sertifikasi ini tidak permanen, bisa dicabut sewaktu-waktu apabila pelaku usaha tidak konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Faozal.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan beberapa narasumber yang memaparkan materi terkait panduan CHSE di wisata MICE, antara lain Widyaiswara Ahli Madya Kemenparekraf Heri Hermawan, Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Jakarta Febriana Wiriadi, Direktur Eksekutif DPP Asperapi Wini Kartini Yoniton, dan Senior Praktisi Industri MICE Adjat Sudradjat.

Widyaiswara Ahli Madya Kemenparekraf, Heri Hermawan, mengatakan pelaku wisata MICE harus memastikan seluruh stakeholders yang terlibat dalam kegiatan wisata MICE mematuhi dasar protokol kesehatan. Seperti mengukur suhu tubuh, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, menggunakann masker, dan menjaga jarak. 

Heri menekankan bahwa protokol kesehatan CHSE harus diterapkan dan dipatuhi dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan daya tarik destinasi agar wisatawan tertarik datang ke objek wisata MICE.

“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan publik. Kita harus menjaga kesehatan dan kebersihan agar COVID-19 segera tertangani dan sektor parekraf bangkit kembali,” kata Heri.

Selain melakukan sosialisasi, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran karya produk beberapa UMKM lokal. Produk atau karya tersebut dapat dibeli secara nontunai dengan menggunakan pembayaran QR-Code yang telah disediakan.(red)

Post a comment

Iklan Atas Artikel

 


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel