F Ratusan Massa Tolak Ritel Modern di Lombok Timur - Mata Nusantara -->

Ratusan Massa Tolak Ritel Modern di Lombok Timur


Lotim, - Aliansi BEM Dan OKP Se-Lombok Timur Di antaranya HIMMAH NW LOTIM, LMND LOTIM, BEM UGR, BEM FE UGR, GEMPAR UGR, DEMA NW ANJANI, STMIK ANJANI, , RKM TOYA, LASKAR EMBUN SURYA, SINAR GEMA LESTARI, GPMA, BEM IAIH PANCOR, BEM STIA,UKM KEWIRAUSAHAAN, IMM, FORUM MAHASISWA DANGER, GARDA SOLIDARITAS TEMBENG PUTIK) dan Masyarakat Lombok Timur menolak Ritel Modern Di Kabupaten Lombok Timur.

Adapun Tuntutan yg di sampaikan oleh Kordum aksi damai Lalu Makwil Jayadi di antaranya :

1. Menolak penambahan ritel moderen di lotim
2. Mendesak Pemkab Lotim mengkaji ulang jarak Alfamart dan Indomaret di Lotim. Karena mempengaruhi pedagang- pedagang kecil.
3. Mendesak Pemkab bongkar paksa Alfamart dan Indomaret yang tidak memiliki izin dan belum di sahkan tetapi bangunan sudah di bangun.
4. Mendesak Bupati Lotim dan DPRD menyatakan sikap untuk membuat perbup dalam hal pembatasan Ritel Modern di Lotim.
5. Mendesak penyaluran CSR untuk pemberdayaan masyarakat, dan manyatakan bahwa tidak ada Ritel Modern yang pro terhadap rakyat Lotim. Mendesak Pemkab Lotim untuk transparan dana Covid-19. Karena tidak pernah di publikasikan secara menyeluruh.
7. Wujudkan pendidikan gratis Ilmiah dan Demokratis. Karena pendidikan saat ini tidak pro dan tidak sesuai keadaan masyarakat
8. Gagalkan RUU Omnibus Law yang dalam hitungan untuk tidak disahkan.

Ketua DEMA UNW Sekaligus Kader HIMMAH NW LOTIM  Candra Yudistia mengatakan dengan di Keluarkanya perluasan izin Ritel Moderen   (240/303/PM/06/2020 yang diterbitkan oleh kadis PM dan pelayanan terpadu satu pintu Lotim membuat UMKM Semakin Terjebit.

"Pemerintah Daerah, harus mengkaji Ulang Terkait Di berikanya izin Ritel Moderen sebayak 30 titik di kabupaten Lombok Timur apakah degan adanya Ritel Modern ini bisa  meningkatkan usaha kecil menengah milik warga, atau justru sebaliknya, dan kita sedang diberikan pelajaran oleh kepala daerah dengan memberikan Harapan Palsu kepada  masyarat," ungkapnya, Kamis (16/7).

Sementara itu Rahman Rofiki selaku Korlap Aksi Menegaskan akan mengadakan Aksi ke dua bila tuntutan mereka tak diproses sesuai keinginan.

Massa sangat kecewa karna tak menemui Bupati dan DPRD LOTIM di Kantornya.

Terpisah, Kepala Dinas PMPTSP menyatakan akan merangkul UKM/UMKM di Lotim serta memperkuat BUMDes agar UMKM mampu bersaing degan Ritel Modern.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel