F Setelah Sekian Kali Mangkir, Kakanwil Kemenag NTB Diperiksa - Mata Nusantara -->

Setelah Sekian Kali Mangkir, Kakanwil Kemenag NTB Diperiksa


SUMBAWA, - Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTB, H. Nasruddin akhirnya memenuhi panggilan Kejari Sumbawa. Setelah beberapa kali dipanggil dan mangkir, Nasruddin kemudian diperiksa terkait kasus dugaan penyimpangan pembangunan KUA Labangka.

Nasruddin mendatangi Kantor Kejari Sumbawa sejak pagi. Nasruddin datang diantar oleh Kepala Kemenag Sumbawa. Nasruddin kemudian diperiksa oleh Kasi Pidsus Kejari Sumbawa yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Selama pemeriksaan, Nasruddin dicecar 34 pertanyaan.

Usai pemeriksaan, Nasruddin kepada media mengaku diperiksa terkait pembangunan KUA Labangka. Dia memberikan penjelasan terkait kewenangannya. Dalam hal ini, dia meminta semua jajaran Kemenag untuk kooperatif dan terbuka terkait persoalan ini.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Reza Safetsila Yusa, SH yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan itu. Dikatakan, pemeriksaan ini dilakukan terkait proses kegiatan dana Surat Berharga Syariat Negara (SBSN). "Salah satu di dalamnya adalah pembangunan KUA Labangka," ujar Reza.

Setelah ini, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait lainnya. Termasuk melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka. Mengenai perkembangan kasusnya, akan disampaikan lebih lanjut.

Seperti diberitakan, pembangunan KUA Labangka diduga bermasalah. Indikasinya, pembangunan yang dilakukan 2018 lalu itu tidak sesuai spesifikasi. Sebab, menurut ahli bangunan, beton yang digunakan dalam bangunan dua lantai itu tidak memenuhi standar. Menurut ketentuan, standar kekuatan beton untuk bangunan dua lantai adalah 225 K. Namun, kekuatan  beton bangunan KUA tersebut hanya 125 K.

Bangunannya memang dinyatakan sudah selesai. Namun, menurut informasi sampai saat ini belum diserahterimakan. Selain itu, pembangunannya hanya diduga sebesar 41 persen. Namun, dananya sudah dicairkan sebesar 100 persen. Saat ini, pihak Kejaksaan telah menetapkan seorang tersangka berinisial JS. Yang bersangkutan merupakan wakil direktur pemenang tender proyek senilai Rp 1,2 miliar itu.(yd)

Post a comment

Iklan Atas Artikel

 


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel