F Bukit Quran Nusantara Berqurban, Heri Susanto: Keihklasan menuju Ketaqwaan - Mata Nusantara -->

Bukit Quran Nusantara Berqurban, Heri Susanto: Keihklasan menuju Ketaqwaan


Mataram, - Berqurban bukan sekedar sunnah untuk yang mampu/ tidak, namun lebih kepada kemauan untuk mendekat kepada Allah itu sendiri dengan meneladani keberanian Nabi Ibrahim. Berani mengorbankan hal yang dicintai dan menyaksikan sendiri bagaimana melepas hal yang dicintai tersebut.

Bagi yang paham esensi ini, qurban yang di awalnya sulit, bisa jadi akan sangat mudah. Seperti cerita Inaq Sahnun seorang pemulung renta yang memiliki ghirah berkurban begitu tinggi lima tahun terakhir yang pernah diulas media ini sebelumnya.

Pun begitu dengan sosok pengusaha ramah Heri Susanto yang melaksanakan Qurban dengan menyembelih 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing di Pondok Pesantren Bukit Quran Nusantara.


"Jika nabi Ibrahim diuji dengan melepas anak yang disayanginya, kita diuji dengan melepas harta yang kita cintai," ungkap pria yang kerab disapa Cakaji usai penyembelihan hewan qurban, Minggu (2/8).

Dikatakannya, melepas harta ini tidaklah mudah, bahkan untuk orang mampu sekalipun. Selalu muncul rasa takut untuk melepas harta agar bisa berqurban. Mulai dari mengurangi tabungan, takut nanti terkena musibah dan tidak punya dana cadangan, hingga berbagai macam alasan logis lainnya. Apalagi di saat Pandemi yang berkepanjangan entah sampai kapan.

"Berqurban sebagai bentuk kesyukuran, keikhlasan berbagi dengan sesama juga bentuk kepedulian sosial menuju ketakwaan. Daging qurban ini akan disalurkan untuk warga sekitar dan para ustadz/ustadzah," sambungnya.

Proses penyembelihan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Protokol kesehatan tetap berlaku untuk memutus mata rantai penyebaran korona. Distribusi daging qurban pun dilakukan dengan tata cara sesuai aturan di masa Pandemi ini.

Ponpes setara SMPIT yang berlokasi di jantung kota Mataram ini telah memiliki hampir 200 santri yang berasal dari berbagai daerah.

"Sesuai instruksi pemerintah daerah, kita masih melaksanakan sistem belajar online, kami tetap ingin mematuhi semua instruksi pemerintah karena mereka yang lebih tahu kondisi saat ini. Harapan kami ke depan ada bantuan untuk para santri terkait dengan biaya operasional mereka selama daring seperti bantuan bos untuk pulsa dll," kata Pembina Ponpes Bukit Quran Nusantara ini.(red)

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel