F Industrialisasi Berjalan Jika ada Kepastian Pasar - Mata Nusantara -->

Industrialisasi Berjalan Jika ada Kepastian Pasar


MATARAM, - Dinas Perindustrian NTB mulai memprogramkan konsep pemberdayaan IKM dan UMKM untuk bisa lebih bersaing dan "naik kelas" setelah program JPS Gemilang.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj Nuryanti mengatakan, pelaksanaan program JPS Gemilang selama tiga bulan terakhir cukup berdampak positif bagi geliat sektor IKM/UMKM di daerah ini.

Sementara untuk program pembinaan dan pendampingan juga akan lebih mudah karena dengan JPS Gemilang ternyata mampu memetakan klaster IKM/UMKM yang ada di NTB.

"Pasca JPS Gemilang nanti akan ada program stumulus ekonomi. Nah pembinaan dan pendampingannya akan lebih mudah dan terfokus karena sudah terbentuk klaster-klasternya berkat JPS Gemilang," kata Nuryanti

Berdasarkan data Dinas Perindustrian NTB, setidaknya ada 453 IKM/UMKM dibawa binaan Dinas ini yang terlibat dalam pengadaan paket JPS Gemilang. 453 IKM/UMKM itu menyerap lebih dari 2.858 Tenaga Kerja selama menuntaskan JPS Gemilang.

Melalui stimulus ekonomi nantinya, para IKM/UMKM akan difasilitasi dan diberdayakan baik dari sisi legalitas, peralatan, serta peningkatan mutu dan kemasan.

"Untuk IKM akan kita fasilitasi standarisasinya dengan SNI, dan UMKM yang legalitasnya masih belum lengkap juga akan kita fasilitasi PIRT,. " atanya

Ia mencontohkan, untuk komunitas IKM minyak kelapa yang saat ini sudah terbangun akan didorong untuk bisa memproduksi minyak goreng untuk kebutuhan di NTB.

Mereka terdiri dari 50 IKM yang sebenarnya sudah mampu berproduksi dalam jumlah kecil sebelum JPS Gemilang.

Dinas Perindustrian akan memfasilitasi dan mendampingi kelompok ini untuk standarisasi SNI, agar mutu produk lebih meningkat dan bisa menyuplai kebutuhan minyak goreng di NTB.

Menurut Yanti, 50 IKM minyak kelapa ini juga membawahi ratusan UMKM dan kelompok tani sebagai mitra. Para mitra ini juga akan difasilitasi pembinaan setidaknya mematuhi SOP dalam proses produksinya misalnya akan memfasilitasi peralatan produksi dari yang sebelumnya manual ke peralatan yang lebih standar.

"Jadi yang IKM standarnya meningkat, sementara yang UMKM kecil kita dorong menjadi menengah. Bisa dibilang ini menjadi moment IKM dan UMKM kita di NTB bisa naik kelas," katanya.

Selain minyak kelapa, IKM/UMKM yang bergerak di komoditas Kopi, Susu Kedelai, Minyak Kayu Putih dan Minyak Cengkeh juga akan didorong "naik kelas".

Yanti mengakui, JPS Gemilang selama tiga bulan sangat punya nilai ekonomi yang baik. Bukan saja mampu menyediakan pasar untuk produk lokal di tengah pandemi corona, JPS Gemilang juga membuka mata bahwa di NTB potensi produksi industrialisasi sangat besar dengan sumber daya lokal yang ada.

'Kunci IKM atau industrialisasi berjalan adalah kepastian pasar. Ketika ketersediaan pasar selama tiga bulan melalui JPS Gemilang, kita lihat banyak IKM/UMKM yang ternyata punya kemampuan berproduksi baik. Misalnya minyak goreng, selama ini kan belum ada, tapi sekarang kita bisa produksi sendiri dengan potensi kelapa yang ada dan pelaku IKM dan UMKM-nya pun cukup banyak," katanya.

Ia mengatakan, dengan program JPS Gemilang masyarakat akhirnya bisa belajar melihat masalah menjadi peluang.

JPS Gemilang menjadi wadah promosi gratis juga bagi produk lokal NTB. Ke depan Dinas Perindustrian akan meningkatkan mutu dan kualitas produk lokal agar mampu terserap di BUMDES dan Ritel-Ritel modern.

"Tapi memang mindset masyarakat kita juga harus mulai berubah untuk lebih mencintai, membeli dan menggunakan produk lokal NTB sendiri," katanya.(

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel