F Pasca JPS Gemilang, Disperin NTB Siapkan Standarisasi Produk IKM - Mata Nusantara -->

Pasca JPS Gemilang, Disperin NTB Siapkan Standarisasi Produk IKM



MATARAM, - Manfaat JPS Gemilang NTB bukan hanya sesaat di masa pandemi corona saat ini, namun bisa mendorong produk IKM/UMKM untuk terserap di pasar sektor pariwisata di NTB.

"Misalnya, produk Gula Aren ke depannya bisa masuk ke hotel-hotel. Saat ini kami on process menyiapkan industri turunan untuk kelapa serta standarisasi produk IKM tersebut. Sehingga pasca JPS Gemilang produk IKM kita tetap terserap pasar luar," kata Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME., Rabu (24/6) di Mataram.

Yanti mengatakan, JPS Gemilang saat ini sangat positif untuk memacu pelaku UKM/IKM di NTB agar berbenah dan terus meningkatkan produksinya dari sisi kualitas maupun kuantitas.

"Komoditi lainnya juga diupayakan  terjaga kwalitas dan kwantitas, sehingga bangga menggunakan produk lokal juga  berkwalitas," katanya.

Geliat UKM/IKM selama program JPS Gemilang ini juga sangat bagus dan menunjukan sambutan positif masyarakat.
Setidaknya di JPS Gemilang Tahap III, Dinas Perindustrian NTB mencatat total UKM/IKM yang terlibat sebanyak 453 UKM/IKM yang diperkirakan melibatkan tak kurang dari 2.858 orang tenaga kerja dalam produksinya.

Ratusan UKM/IKM dan tenaga kerjanya itu terdiri dari produk Minyak Goreng sebanyak 55 IKM dan 382 Tenaga Kerja, produk Susu Kedelai sebanyak 138 IKM/ UMKM dan 895 tenaga kerja, produk Teh Kelor 35 IKM/Serbat Jahe 22 IKM/ Gula semut 17 IKM dan 910 tenaga kerja.

Selain itu produk Tas Kemasan JPS Gemilang sebanyak 66 IKM/UMKM dan 198 tenaga kerja, serta produk Minyak Cengkeh/Minyak Kayu Putih sebanyak 120 IKM/UMKM dan 473 tenaga kerja.

"Jadi bisa dibilang JPS Gemilang ini jadi momentum awal bangkitnya sektor UMKM kita di NTB. Sehingga pasca pandemi akan lebih berdaya saing dan siap masuk ke pasar luar yang lebih luas," kata Yanti.

Ia mencontohkan, untuk industri turunan minyak cengkeh,  kelapa,  kedelai, kopi, garam, menjadi fokus pendampingan Dinas Perindustrian melalui bintek berbasis riset.
Kerjasama pendampingan ini dilakukan bersama Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) Universitas Mataram.(red)

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel