F Sohibnya Dihajar Jelang Buka Puasa, Sekjen Formasi Angkat Bicara - Mata Nusantara

Sohibnya Dihajar Jelang Buka Puasa, Sekjen Formasi Angkat Bicara


Mataram, - Aduh Tuhan! Baper dan tersulut sumbu pendek terkait pemberitaan, oknum Kepala Dusun Karang Bedil Utara, Desa Kediri, Lombok Barat berinisial MN tega menganiaya Achmad Sahib, wartawan sebuah media online.

Sebelumnya Sahib menurunkan tulisan kritik demi membela warga miskin. Dengan gambaran lengkap, Sahib menceritakan kondisi Nenek Kalsum, warga Dusun setempat.

Artikel berita milik Sahib berjudul "Papuq Kalsum Menunggu Uluran Tangan Pemerintah" yang dimuat di laman media getnews.id, sangat lugas menggelitik nurani demi memperjuangkan kaum lemah seperti Nenek Kalsum.

Dalam artikel tersebut, Sahib menceritakan nasib nenek renta dengan segala keterbatasan dan kemiskinannya yang ternyata justru seringkali lolos dari perhatian serta bantuan-bantuan pemerintah.

Niat Sahib sebenarnya sangat mulia. Sebab, bukan tidak mungkin masih banyak yang senasib dengan Nenek Kalsum ini. Sangat tidak adil dan melukai nurani kemanusiaan jika ada lansia seperti Nenek Kalsum yang tak bisa menikmati program bantuan pemerintah, terutama di masa pandemi yang serba sulit ini.

Toh, bukannya menghargai informasi yang diberitakan, oknum Kadus itu justru geram. Rabu sore (13/5) menjelang waktu berbuka puasa, Kadus Mn mendatangi rumah Sahib yang kebetulan berdekatan dengan Dusunnya.

Bukannya mengajak bukber (buka bersama) Mn malah melayangkan beberapa tinju ke arah wajah Sahib. Sahib menderita patah tulang di bagian hidung dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

"Dia datang dan langsung maki-maki kemudian memukul saya. (Iya), inti masalahnya soal pemberitaan Nenek Kalsum," ujar Sahib, saat dirawat di RSUD Gerung, Lombok Barat.

Sahib menyatakan akan membawa kasus penganiayaan ini ke pihak kepolisian.

Tetangga Sahib bernama Radi membenarkan peristiwa penganiayaan itu.

"Kejadiannya sebelum datang waktu berbuka puasa, karena kebetulan saya tetangga korban. Saya dengar mereka cek-cok mulut, dan saat saya datang korban sudah berlumuran darah dari hidungnya," kata Radi.

Melihat kejadian itu, Radi dan sejumlah warga segera melerai. Radi yang kebetulan petugas Puskesmas Kediri kemudian membawa Sahib untuk dirawat. Tapi karena luka yang diderita cukup serius, maka Sahib dirujuk ke RSUD Gerung.

Sejumlah Organisasi Pers mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Lombok Barat. Desakan agar pihak kepolisian segera mengusut kasus penyaniayaan ini pun semakin tak terbendung.

Bukan hanya mengecam, sejumlah organisasi pers juga akan mendampingi dan mengawal proses hukum atas kekerasan yang menimpa Sahib.

Ketua Forum Wartawan Lombok Barat, M Haeruzzubaidi mengecam sekaligus menyayangkan aksi kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh oknum Kadus tersebut.

"Kami mengecam tindakan kekerasan (pemukulan) yang dilakukan oleh oknum Kadus ini. Dan kami meminta agar kasus ini diusut oleh kepolisian," tegas Heru.

Sementara itu Sekjen (Formasi) NTB, Syamsul Rizal  menegaskan, aksi yang dilakukan oknum Kadus tersebut harus menjadi atensi semua pihak.

"Formasi mengecam aksi kekerasan terhadap wartawan. Jangan sampai aksi seperti ini terulang kembali," tegasnya.

Menurut Rizal, sebagai wartawan Sahib sudah pada porsi dan tugasnya untuk memastikan bahwa warga yang berhak menerima bantuan dipastikan mendapatkan hak mereka. Apalagi untuk mengawal dan mengontrol banyak bantuan di masa pandemi corona ini.

"Berita yang dibuat pak Sahib kan bagus. Esensinya untuk mengingatkan bahwa ini loh, masih ada yang harusnya berhak dapat bantuan malah nggak dapat. Tapi karena disikapi dengan baper ya akhirnya begini. Ini yang sangat kita sesalkan. Karena ini sudah menyangkut penganiayaan, ya kita minta pihak kepolisian mengusut tuntas," katanya.

Rizal menjelaskan, sebenarnya pihak-pihak yang merasa keberatan dengan sebuah pemberitaan harus lebih dulu mengajukan hak koreksi atau hak klarifikasi kepada media bersangkutan. Bukan asal baper dan terbawa emosi sampai menganiaya wartawan.

Dalam kesempatan yang sama, selaku Kabag Humas dan atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat H. Syaiful Ahkam menyayangkan dan prihatin atas kejadian pemukulan wartawan oleh oknum kepala dusun.

"Apalagi ini terkait dengan materi pemberitaan, mestinya tidak ada intimidasi dan kekerasan kepada wartawan. Jika masyarakat keberatan atas berita, mestinya melalui mekanisme yang ada, bisa hak jawab atau bahkan somasi," terangnya.

Ahkam berharap masalah tersebut selesai secara kekeluargaan karena ia yakini sebagai delik aduan.

"Momentum ramadhan ini sangat tepat untuk saling memaafkan dan mengedepankan asas kekeluargaan karena pihak yang bertikai ini masih satu desa," ucapnya.

Secara terpisah, Kapolsek Kediri IPTU Donny Setiawan membenarkan adanya tindakan pemukulan terhadap wartawan tersebut.

"Belum kami terima laporannya, korban masih dirujuk ke RSUD Gerung," katanya saat dikonfirmasi Rabu malam.

Menurut Donny, pihaknya masih mendalami pemicu aksi pemukulan tersebut. Namun yang jelas, setiap laporan pengaduan pasti akan ditindaklanjuti oleh polisi.


#LawanKekerasanTerhadapPers
#BersamaLawanCorona

Post a comment

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel