F Lebaran Tak Biasa, Pusat Perbelanjaan Ditutup - Mata Nusantara

Lebaran Tak Biasa, Pusat Perbelanjaan Ditutup



Oleh : Lalu Athari Fath
(Sekretaris Mi6)

Momentum hari raya yang sebentar lagi tiba menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi NTB bersama jajaran forum komonikasi pimpinan daerah, pemerintah NTB begitu  memikirkan cara supaya  perayaan hari raya 1441 H ini tetap dilaksanakan dengan kebiasan - kebiasan seperti biasanya, bentuk perhatian pemerintah itu terang terlihat dalam surat keputusan bersama yang sudah dibatalkan atau dicabut kembali dan diterbitnya Keputusan Gubernur Nomor : 003.2-504 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H Ditengah Pandemi Covid19. Keputusan ini mengacu pada instruksi pemerintah pusat tentang pelaksanaan sholat idul fitri dan rangkaian kegiatan keagamaan lainya untuk tidak dilaksanakan di Masjid, lapanagan umum dan sejenisnya, tapi di laksanakan di rumah masing - masing dengan anggota keluarag yang terbatas.

Solat idul fitri dan rangkian kegiatannya berubah format untuk memutus mata rantai penularan virus korona yang masih menyebar di NTB. Kegiatan - kegiatan yang bersifat mengundang keramianpun di batasi dengan tetap memakai protokal penanganan covid19.

Melihat kondisi dan angka positif terjangkit korona di NTB masih tinggi dengan munculnya kalster lokal, maka kebijakan pemerintah untuk meniadakan sholat idul fitri di masjid dalapangan serta menutup pusat-pusat perbelanjaan seprti toko-toko baju dan Mall adalah langkah yang yang tepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Sebagai masyarakat sudah selayaknya kita mengikuti anjuran pemerintah untuk kepentingan dan keselamatan bersama, karena virus ini tidak bisa di lihat dari sudut pandang sosial, ekonomi atau yang lain. Akan tetapi virus ini kita harus bersepakat secara bersama - sama  kita pandang dari persepktif kesehatan atau medis.
NTB dengan penduduk mayoritas Muslim tentu momentum lebaran adalah momentum yang di tungu - tungu dengan berbagai kegiatan yang merupakan wujud syukur atas terlaksananya puasa bulan ramadhan.

Namun, momentum kali ini kita harus rela bersabar untuk tidak menjalankan hari raya seperti biasanya, kita harus tetap mengikuti anjuran dan peringatan pemerintah, kita yakini saja bahwa apa yang di sampikan oleh pemerintah adalah untuk kepentingan bersama.

Mudah - mudahan penyebaran virus ini bisa dikendalikan dengan kita sama-sama patuh menjalankan standar oprasional prosedure sesuai protap covid19 yang di anjurkan oleh pemerintah sehingga virus korona ini benar -benar berlalu dan kita bisa beraktifitas seprti biasa kembali. Patuh dan kompak mengikuti aturan pemerintah adalah jurus paling ampuh untuk melawan virus korona.

Post a comment

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel