PHRI NTB Siap Menyambut Gelaran MotoGP 2021 Mendatang



Mataram, - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi NTB sebagai satu diantara sekian stakeholder yang berorientasi kepada pembangunan dan peningkatan kepariwisataan telah berperan aktif menciptakan iklim usaha yang baik didaerah.

Dalam hal ini Ketua PHRI NTB Ketut Wolini secara konsisten melakukan presentasi kepariwisataan meyakinkan para pemangku kebijakan terkait kesiapan hotel dan restoran dalam menyambut gelaran motoGP serta menunjang sarana dan prasarana KEK Mandalika sebagai kawasan super prioritas yang telah ditetapkan oleh Presiden.

Usai mengikuti Rapim PHRI di Jakarta beberapa hari lalu ia mengatakan pariwisata NTB khususnya KEK Mandalika mendapat perhatian khusus.

"Saat itu dibahas masalah pariwisata, intinya KEK Mandalika kawasan khusus mendapat perhatian besar Menteri Pariwisata yang hadir saat itu," katanya di Mataram, Rabu (13/2).

Pihaknya memastikan kesiapan PHRI jelang perhelatan motoGP pasalnya tiket motoGP sudah mulai terjual.

"PHRI NTB pasti siap karena tiket sudah terjual, mudahan bisa terwujud," ujarnya.

Wolini memaparkan kesiapan hotel dan restoran terus berbenah hingga hari H nanti mampu memenuhi kapasitas puluhan ribu wisatawan yang dipastikan akan datang menonton seri motoGP serta menikmati keindahan alam NTB.

"Kami mengatakan kesiapan kepada Menteri yang juga hadir untuk menggelar motoGP karena hotel dan restoran kita persiapkan sebaik mungkin, kesiapan SDM juga kita yakini mumpuni dengan adanya Poktekpar yang akan mencetak lulusan siap kerja serta pemuda lingkar KEK Mandalika akan diberi pelatihan untuk ikut menyukseskan gelaran motoGP nanti," terangnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi NTB ini juga menyarankan agar Menteri Pariwisata bisa lebih banyak menggelar even nasional di NTB.

"Untuk menggaet wisatawan bahkan banyak investor maka kita harus memperbanyak pula even di sini, karena akan menghidupkan perekonomian masyarakat sehingga para investor merasakan geliat ekonomi di NTB akan menumbuhkan semua sektor usaha yang ada," ujarnya.

Ia menjadwalkan tanggal 3-6 Maret mendatang Apindo akan menggelar Rakornas yang akan dihadiri 500 pengusaha dari 34 Provinsi.

"Saya yakinkan dengan presentasi  sehingga kita diberi kepercayaan untuk menggelar Rakornas ini di NTB," sambungnya.

Dikatakan ibu yang ramah ini bahwa Menteri Pariwisata dan Menteri Koperasi memastikan diri untuk hadir.

"Bahkan Menteri Pariwisata sudah mengonci jadwalnya tanggal 3-6 Maret nanti akan hadir," ungkapnya.

Pada Rakornas itu nantinya kata dia akan mengangkat UMKM sebagai penopang utama perekonomian yang tidak pernah bisa tenggelam oleh krisis. Juga nantinya akan digelar pameran UMKM Summit yang diikuti oleh investor kecil dan besar se-Indonesia.

Untuk bisa berharap banyak datangnya Investor ke daerah ini, Wolini menekankan Pemerintah Provinsi NTB agar melakukan koordinasi dengan Kabupaten/ Kota dalam hal perizinan.

"Perlu pemerintah daerah NTB dan kabupaten kota bersinergi biar izin itu aturannya sama sehingga mempermudah Investor dalam mengurus izin berusaha. Sepanjang persyaratan lengkap serta persyaratan dipermudah investor pasti masuk. Saat ini NTB seperti gadis cantik semua pihak melirik, dan yang paling penting kita bangun kebersamaan untuk menjaga nama NTB ini tetap baik, saya berharap isu tidak baik yang dampaknya bisa memperburuk citra pariwisata NTB agar tidak dibesar-besarkan," tutupnya.

Sebelumnya Gubernur saat menjadi Keynote Speaker pada Investment Forum, di Hotel Aruna, Kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (12/02) menjelaskan investasi harus memberikan dampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

"Kita butuh investasi, tapi jangan tersandera oleh angka. Tidak ada gunanya ada investor dan nilai investasi kita tinggi, tapi masyarakat kita sengsara dan jadi penonton," tegasnya di hadapan puluhan para investor dalam dan luar negeri.

Ia akan menjamin kemudahan bagi para investor. Termasuk kemudahan mendapatkan izin serta pengurusan yang tidak membutuhkan waktu lama.  Hal ini katanya sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi terkait pelayanan kepada investor.

"Tugas kami pemerintah adalah bagaimana membuat daerah ini nyaman dan ramah kepada investasi," jelasnya.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel