Mudir Muallimin Jogja Sebut TGB Sosok Pemimpin yang Ulama


Yogyakarta, - Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia Dr TGB HM Zainul Majdi menjadi penceramah dalam acara Tabligh Akbar Milad Sinar Kaum Muhammadiyah ke 95 yang digelar oleh Madrasah Muallimin Yogyakarta, Sabtu malam (1/2).

Hadir pada acara tersebut Mudir Madrasah Muallimin Muhammadiyah Ustad H Aly Aulia. Acara yang digagas oleh santri Madrasah Muallimin ini dihadiri ribuan orang, baik santri ataupun warga sekitar.

Dalam sambutannya, Ustad Aly Aulia mengatakan, Madrasah Muallimin Muhammadiyah sebagai institusi pendidikan tingkat menengah yang unggul dalam pencetak kader pemimpin  kader ulama, dan ulama untuk gerak perserikatan.

"Kader pendidik, pemimpin, dan ulama ada pada tuan guru. Bagaimana kita bisa melihat sosok pemimpin yang ulama, ulama yang pemimpin," katanya.

"Bahkan beliau seorang terdidik yang mau mendidik, Alhamdulillah kami civitas Muhammadiyah menyambut baik," sambungnya.

Dalam Tabligh Akbar, TGB HM Zainul Majdi menguraikan beberapa hal. Madrasah Muallimin Muhammadiyah dari foto para mudir,  foto pertama adalah Almaghfurlah KH Ahmad Dahlan, pendiri perserikatan.

"Beliau meniatkan tempat ini untuk mendidik para kader terhebat dari perserikatan. Saya bersyukur bisa bersilaturahim,"  katanya.

Ketua Umum Tanfidziyah Nahdlatul Wathan mengungkapkan, tidak banyak sekolah menengah yang usianya lebih dari satu abad, terlebih sekolah itu bukan dari pemerintah.

"Maka adik-adik, saya berharap di dada kalian tidak ada ucapan lain selain syukur kepada Allah. Apa yang diniatkan karena Allah, maka Allah akan menjaganya," sambungnya.

Disaat banyak sekolah kesulitan murid, sambung TGB, Madrasah Muallimin kelebihan murid. Setiap tahun 800 siswa ingin masuk di madrasah ini. Namun, hanya setengahnya bisa diterima.

"Maka di depan saya ini putra-putra pilihan," katanya.

Cucu Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini kepada para santri mengatakan, bila ingin dihargai, maka seseorang harus terlebih dahulu menghargai dirinya sendiri. Para pelajar Madrasah Muallimin harus menggunakan kesehariannya untuk hal bermanfaat.

"Sehingga adik-adik bisa menyinari seluruh dunia, bukan daerah atau negaranya saja," ucapnya.

Kiai Ahmad Dahlan, kata TGB, membuktikan keikhlasan dalam mendirikan madrasah. Disaat banyak madrasah sudah tutup, justru Madrasah Muallimin bersiap membangun kampus baru. Itu bukan hanya karena sumber daya untuk membangun, ini juga karena keikhlasan pendiri madrasah.

"Orang yang ikhlas itu mau dipuji atau dihina sama saja. Kalian bisa uji dengan diri kalian, ketika belajar karena ingin dipuji tandanya belum ikhlas," tandasnya.(*)

#tuangurubajang
#dakwahnusantara
#islamwasathiyyah
#madrasahmualliminmuhammadiyah
#miladmuhammadiyah

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel