Sebelum Jadi Calon, Bawaslu Tidak Berhak Menegur ASN Yang Berpolitik

M. Khwailid (kiri) bersama Budayawan L. Agus Fatturahman.


Mataram, - "Setiap orang yang statusnya masih sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) jika ada keinginan menjadi calon, maka pejabat pembinanya lah yang berhak memberi pengawasan, kalau salah ya ditegur," ungkap Ketua Bawaslu NTB M. Khwailid mensikapi maraknya ASN berpolitik mulai mensosialisasikan dirinya dengan memasang baliho dan melakukan silaturrahim ke masyarakat serta beberapa pola pendekatan untuk dipilih kelak jika terdaftar menjadi calon.

Dalam acara "Pengawasan Berbasis Kebudayaan" yang digelar Bawaslu NTB di Mataram, Selasa (10/12), Khwailid menegaskan hal tersebut belum menjadi ranah Bawaslu.

"Sebelum ditetapkan menjadi Calon oleh KPU, mereka para ASN yang mensosialisasikan diri untuk maju di Pilkada sah-sah saja, belom menjadi kewenangan Bawaslu," sambungnya.

Ia menyebutkan ASN punya aturan tersendiri. Namun kalau sudah menjadi calon, Bawaslu akan mengambil sikap.

"Yang menjadi masalah kalau sudah menjadi calon terus tidak memenuhi syarat tapi dibikin memenuhi itulah tugas Bawaslu menindak," ujar Magister Hukum ini.
Ia juga menyatakan jika ada keterlibatan Bawaslu hingga Panwaslu main mata dengan salah satu calon maka harus siap ditindak.

"Kalau ada Bawaslu kabupaten kota, bawaslu NTB juga main mata laporkan langsung, kalau kita mengawasi orang lain harus siap diawasi juga, kalau kita bisa menindak orang lain Bawaslu harus siap menerima resiko juga dong," cetusnya.

Bawaslu saat ini telah membentuk kampung pengawasan yang berfungsi mengawasi pergerakan calon agar tidak melakukan tindak pidana pemilu, juga untuk meminimalisir warga yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih.

"Dengan bekerjasama dengan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat, misalnya kelompok pengajian, minimal besok jika ada pemutakhiran data pemilih, mereka sudah terdaftar. Dalam nilai kebudayaan setiap orang saling menghargai sehingga kita bisa bergerak jauh lebih baik, apalagi bila pemilu ini kita jadikan momentum untuk silaturrahim untuk kebaikan," katanya sembari menegaskan kebaikan masyarakat menjadi modal Bawaslu dalam melakukan pengawasan.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel