LTNNU NTB Tawarkan Solusi Dalam Memerangi Narkoba & Terorisme



Mataram, - Sebagai provinsi kepulauan, Nusa Tenggara Barat terdiri dari dua pulau besar yakni Lombok dan Sumbawa. Kekayaan alam dan keindahan nya membuatnya menjadi sorotan dunia. Mulai dari pantai, Gili, hingga air terjunnya membuatnya tak sepi dari wisatawan.

Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) PWNU NTB Suaeb Qury menyayangkan budaya literasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah tidak begitu diperhatikan padahal sebagai pulau seribu masjid NTB merupakan peraih "halal destination" terbaik yang dilengkapi ribuan kamar hotel.

"Artinya NTB harus mencerminkan dirinya sebagai jendela pariwisata dunia yang melek juga dengan literasi. Tapi kita selalu dikejutkan dengan imej masih tidak terkontrol nya peredaran narkoba di NTB dan NTB masih masuk Zona merah ancaman teroris," sambungnya di Mataram, Kamis (5/12).

Mantan Ketua GP Anshor NTB ini mengungkapkan masih butuh satu cara pandang dan wawasan masyarakat melek dengan dunia.

"Caranya? Membumikan dunia literasi dengan pandangan Islam Rahmatan Lil'aalamiin. Kita taruh juga buku-buku bacaan tentang bahaya narkoba, bahaya terorisme dan radikalisme, baik di hotel-hotel atau di tempat umum lainnya. Supaya ada counter untuk wawasan mereka," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya LTNNU PWNU NTB akan menggagas mini library di Hotel-hotel, Bandara, Darmaga, dan lainnya.
"Kami akan menyediakan buku pendamping tentang Islam Rahmatan Lil'aalamiin. Juga pemerintah harus men support untuk awal gerakan ini," cetusnya.

Ia menyatakan NTB saat ini masih masuk zona darurat narkoba dan terorisme. Dengan melihat penomena tersebut LTNNU NTB angkat bicara dan memberikan solusi kongkrit menghadapi masalah tersebut.
Pemerintah daerah kata Suaeb, harus mempunyai gagasan dalam memberantas permasalahan besar semacam narkoba dan terorisme dengan perlahan dan kongkrit di lapangan.

"Kenapa tidak, pemerintah harus melakukan langkah-langkah nyata di masyarakat. Dengan cara membuat perpustakaan mini dan menyiapkan buku-buku Narkoba dan terorisme di semua tempat, seperti di hotel dan tempat-tempat umum lainnya, minimal dengan cara ini masyarakat tau ciri-ciri pengedar narkoba dan paham cara memperkecil ruang gerak teroris," ungkapnya seraya memberi masukan agar pemerintah juga bisa menerima gagasan dan ide semua pihak untuk bersama-sama memerangi narkoba dan terorisme.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel