AKA siap Menjadikan Kota Mataram Ramah warga!


"Hidup ini adalah amanah yang harus ditunaikan, maka berbuatlah dan berikan karya yang terbaik. Dan Ingat, hidup ini bukan untuk menjelekkan dan membicarakan kekurangan orang lain."


Mataram, - Itulah bait pesan  berharga yang disampaikan Ahsanul Khalik (AKA) buat dirinya dan masyarakat untuk bersama-sama menggali potensi dan berperan aktif membangun daerah demi terwujudnya Kota Mataram yang "Bersinar".

Pria ramah dengan segudang jabatan dan prestasi ini telah menunjukkan iktikad dan niat baik untuk membangun Kota Mataram dengan telah ikut meramaikan Pilkada Kota Mataram 2020 mendatang.

Setelah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Walikota Mataram di empat partai yakni Golkar, PPP, PAN dan NasDem, ia juga melakukan komunikasi politik dengan para petinggi Partai Gerindra dan PKS.

"Saya yakin partai akan merekomendasikan bakal calon terbaik pilihan masyarakat," katanya di Mataram, Minggu (1/12).

Menyodorkan program pro rakyat dengan jargon "Bersinar" (bersih, sehat, indah, aman dan religius) adalah sebuah keniscayaan baginya.

Ia memaparkan salah satu tawaran program yakni "Mata Ibu Ramah" (Mataram Kota Indah, Berbudaya, dan Ramah).

Mataram sebagai pusat peradaban NTB ujarnya harus merepresentasikan diri sebagai kota yang nyaman bagi visitor dan atau investor.

"Oleh karena itu, Program Mata Ibu Ramah akan didukung dengan pembuatan "Seribu Taman" dan penanaman "Satu Juta pohon" di area-area publik yang di percantik dengan taman-taman tematik, taman bermain anak-anak, dan arena sport masyarakat," cetusnya.

Hal tersebut ungkap mantan Camat Cakranegara ini dilakukan bertujuan untuk kesehatan, keindahan, kesegaran dan juga sebagai resapan air. Dan yang paling utama kata dia taman-taman ini akan menjadi ruang audiensi yang akan mempertemukan warga Kota Mataram.

Selain itu mantan Plt. Bupati Lombok Timur ini mengatakan nantinya di Mataram akan di bangun "Pusat Studi Budaya" yang akan menampung pikiran-pikiran jenial agar terwujud Kota Mataram yang "Bersinar".


Smart City: cita rasa modern!

Pria yang mengawali karir dari bawah hingga level pejabat teras di Kota Mataram ini menjelaskan pembangunan Kota harus seiring dengan pembangunan manusianya.

"Tidak meninggalkan identitas kekhasan lokalnya sebagai rumah besar ke-NTB-an yang menampung ragam suku, agama, ras, dan lain sebagainya. Lokalitas ini akan ditransmisikan dalam ruang-ruang pendidikan, sosial, dan budaya serta diobjektivikasi dalam bentuk peraturan daerah agar kemodernan seiring sejalan dengan lokalitas budaya," imbuhnya.

Untuk diketahui sebagai ibukota provinsi NTB, Mataram sangat heterogen karena  terdiri dari berbagai suku, ras dan agama.

"Ini merupakan kekayaan besar bagi kita untuk bersama-sama mengelola kota Mataram menjadi lebih baik dalam mewujudkan Mataram "Bersinar"," pungkas Kepala BPBD NTB yang saat ini masih menjalankan tugasnya seraya menegaskan akan mengundurkan diri jika diberi mandat oleh partai untuk maju sebagai calon Walikota Mataram.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel