Selain Al-Qur'an, Gubernur Dorong Santri Belajar Matematika dengan Giat


Lombok Tengah, - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri Kajian Umum dan Silaturrahmi di Pondok Pesantren Al-Qur'an Ibnu Masykur Halimatussa'diyah, Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (25/11).

Acara ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai bekal membangun pribadi yang unggul". Gubernur dalam kesempatan itu mengajak segenap keluarga besar Ponpes Ibnu Masykur, agar senantiasa meneladani Akhlak Rasulullah SAW di dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan agar ke depan pembangunan Ponpes di NTB  tidak boleh lagi hanya berkonsentrasi pada fisik saja, misalnya dengan membangun gedung yang megah. Akan tetapi lebih kepada peningkatan sumberdaya menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan.

Dalam upaya meningkatkan SDM para santri, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini meminta, selain fokus dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur'an, santri Ponpes Ibnu Masykur juga harus belajar ilmu matematika. Menurutnya kemampuan menguasai Al-Qur'an harus dapat dikombinasikan dengan penguasaan terhadap ilmu berhitung. Karena ilmu matematika juga merupakan dasar sukses untuk ilmu yang lainnya.

"Santri bisa jadi dokter, bisa jadi ahli hukum, dan ahli pertanian dengan menguasai ilmu matematika," ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Ponpes dapat menghadirkan guru matematika yang andal dan bagus. Sehingga akan menjadi motivasi bagi para santri untuk senang belajar ilmu yang terbilang sulit itu.

"Hadirkan guru yang menarik dan punya teknik mengajar yang baik, sehingga ilmu matematika gampang dipahami dan tidak menakutkan," ujarnya.

Selain itu, Bang Zul meminta manjemen Pondok Pesantren harus bisa menentramkan murid, guru, masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikannya. Ponpes juga diminta untuk lebih peduli dan memberikan perhatian kepada kondisi sosial masyarakat lingkungan sekitarnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai ada Pondok besar dan megah, namun masih ada orang miskin dan anak yatim tidak bisa sekolah di sekitarnya.

"Jangan sampai anak yatim tidak bisa sekolah karena biaya. Makmurkan pondok dengan menghibur anak yatim di sekitar kita. Agar senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT," pungkas Gubernur.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel