Ketua MUI Mataram Tegaskan Perbuatan Baik & Buruk Itu Jelas!



Mataram, - Ketua MUI Kota Mataram, TGH Abdul Manan, Lc, menggelar safari dakwah di Musholla Pandan Salas Mayura, Cakranegara, Kota Mataram, Sabtu (16/11).

Dalam tausyahnya, ia menegaskan Islam adalah agama yang penuh cinta kasih atau rahmatan lil alamin, sehingga setiap gerakan radikalisme yang mencelakai diri sendiri atau orang lain tidak diajarkan dalam Islam.

"Tidak ada khotbah yang menyuruh orang mencelakakan diri sendiri atau orang lain," katanya.

Dia menyoroti aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan beberapa hari lalu. Menurutnya, aksi pelaku tidak diajarkan dalam Islam dan justru termasuk dosa besar.

"Sekali lagi orang bom bunuh diri dimasukkan ke neraka dan termasuk dosa besar," ujarnya.

"Makna radikal multitafsir juga. Selama ini belum ada forum yang secara langsung (membahas) makna definisi radikal. Tapi segala hal yang bersifat kekerasan tidak diperkenankan apalagi dalam masalah agama. Agama datang untuk menjaga jiwa, kehormatan, darah, harta," ungkapnya.

Selain itu, safari dakwah MUI Kota Mataram bertujuan untuk secara langsung mendengar keluhan dan melihat kondisi masyarakat.

"Ini bagian yang kami lakukan mendengar langsung bagaimana keluhan dan kondisi masyarakat. Kami berusaha sebijak mungkin mencari solusi setiap ada masalah apalagi yang berkenaan dengan faham yang menyimpang dari ajaran islam," ujarnya.

Masyarakat pun banyak yang menyoroti aliran Syiah yang diduga dibawa di kampung mereka, sekaligus cara mencegahnya. MUI Kota Mataram mengapresiasi masyarakat yang tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah aliran-aliran keyakinan tertentu.

"Kita apresiasi masyarakat yang tidak menggunakan jalan kekerasan untuk persoalan tersebut," katanya.

Dia mengatakan, safari dakwah yang dilakukan saat ini untuk meluruskan atau memberikan pencerahan terhadap hal-hal yang viral di tengah masyarakat, khususnya terkait keyakinan beragama.

"Dalam safari dan dakwah kami, hal-hal yang viral di masyarakat, baik skala lokal maupun nasional, tentu arahannya dari ajaran agama kita. Pada segala hal yang kita sampaikan selalu dua sisi, mana perbuatan baik dan mana perbuatan tidak baik, sudah jelas itu," terangnya.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel