Aduh Tuhan, Wajah NTB Penuh Sampah!


Lombok Barat, - Warga masyarakat Lembar Selatan, Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat mengeluhkan sampah yang berserakan di sepanjang jalur Pelabunan Lembar. Pelabuhan ini menjadi tempat singgah kapal pesiar yang datang dari berbagai negara dan tempat angkut muat barang. Tempat vital ini hampir setiap bulan disinggahi kapal bermuatan ribuan wistawan asing serta angkut muat barang. Namun ironis, pemandangan di sepanjang jalan kawasan pelabunan ini dikotori oleh sampah yang berserakan, belum lagi Penerangana Jalan Umum (JPU) masih kurang, dan infrastruktur jalan yang belum memadai.
Keluhan warga ini di sampaikan kepada anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Partai Gerindra, Nauvar Furqony Farinduan, saat reses, Sabtu (9/11).
"Wilayah kita ini terdapat pelabuhan Lembar, yang merupakan pintu masuk Provinsi NTB, tapi potret wajah NTB tercoreng," Kata Kepala Desa Lembar Selatan H. Benny Basuki.
Menurutnya, lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) di desa ini tidak ada, sehingga hampir tiap hari ada saja sampah yang menumpuk di sepanjang jalur itu. Tak jauh dari lokasi itu ada tugu selamat datang yang kondisinya juga tak terurus. Semak belukar memenuhi lokasi ini, karena tak pernah dibersihkan, bahkan semak menjalar hingga ke tugu selamat datang tersebut, sehingga begitu mengganggu pemandangan.
Sampah di tugu selamat datang Pelabunan Lembar menjadi persoalan sebab menganggu pemandangan pengunjung dari dan menuju Lembar. Pengangkutan sampah ini, jelas dia, dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu, sehingga kerap kali terjadi penumpukan.
“Armada pengangkut sampah masih kurang. Kami meminta bantuan motor roda tiga untuk mengangkut sampah," katanya saat menyampaikan aspirasi kepada politisi Udayana ini.
Sebagai pintu masuk ke pulau seribu masjid, ia berharap apa yang menjadi aspirasi warga ini bisa di direalisasikan.
Kedepan ia mengusulkan agar lokasi pembuangan sampah itu dialihkan saja ke lokasi lain yang jauh dari jalur utama. Terkait penanganan sampah dari pihak desa sendiri belum mampu mendukung penanganan sampah padahal pihaknya telah mengalokasikan puluhan juta rupiah dari DD.
"Kami tidak memiliki armada pengangkut sampah untuk membuang sampah ke TPS . ADD tidak cukup untuk membeli motor roda tiga," katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi NTB fraksi Partai Gerindra Nauvar Furqony Farinduan mengatakan bahwa wilayah Lembar Selatan merupakan pintu masuk pulau seribu masjid. Sebagai representase wajah NTB, pemerintah Provinsi harus memperhartikan infrastruktur pendukung .
"Saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi keluhan masyarakat, saya akan sampaikan ke leading sektor terkait," katanya.
Menurutnya, dari enam titik reses yang sudah dilakukan sebagian besar masyarakat mengeluhkan tentang sampah yang tidak terurus.
"Saya akan mengumpulkan anggota DPRD Lombok Barat dari Partai Gerindra untuk membahas aspirasi dan harapan masyarakat," kata Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Barat.(red)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel