Ini Sosok Yang Menjuarai Qori' Dewasa MTQ ke-28 Tingkat Provinsi NTB


Lobar, - Muhammad Azhar (32) berhasil mengharumkan nama Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Cabang Tilawah Putra. Pria kelahiran Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan Lobar ini meraih nilai 93, 33 dengan nomor peserta 3.06.

Azhar sapaan akrab, menceritakan mulai menekuni sebagai qori’ sejak Sekolah Dasar (SD). “Ya hobi sajak dan kebetulan guru-guru kami mungkin mendengar suara saya bagus, lantas ia mengajarkan saya bagaimana menjadi qori’ yang bagus, “ungkapnya usai menerima hadiah qori’ terbaik I dari Wakil Gubernur NTB di Arena Utama MTQ ke-28 Tingkat Provinsi NTB, Rabu (09/10/2019).

 Perjalanan mengikuti ajang MTQ akunya, tidak mudah. Saat masih berusia anak-anak dia mengikuti lomba tingkat desa, tingkat kecamatan dan menuju tingkat kabupaten. “Alhamdulillah pada waktu itu saya menjuarai tingkat kabupaten cabang tilawah tingkat anak-anak," ingatnya.

Mendapatkan juara satu tingkat kabupaten merupakan tiket menuju MTQ tingkat provinsi, namun sayangnya ayah dari dua anak itu tidak mendapatkan juara. Pengalaman pertama dan tidak mendapat juara tidak membuatnya berkecil hati, ia terus belajar untuk memasihkan lantun-lantunan ayat suci al-Qur’an.

“Alhamdulillah dengan ketekunan dan kerja keras dan motivasi dari guru dan keluarga, MTQ berikutnya sekitar tahun 2000-an says bisa meraih juara pertama,” ungkapnya.

Yang sulit itu, lanjutnya untuk mempertahankan predikat juara pertama, saat ditanya bagaimana cara mempertahankan jura. Ia menuturkan, ya latihan secara rutin, selain latihan makan dan minuman tetap dijaga.

“Kalau makanan, saya selalu menjaga tidak keseringan memakan yang berminyak-minyak karena itu bisa mengakibatkan terganggu tenggorokan, kalau tenggorokan terganggu otomatis suara yang keluar tidak bagus. Selain makanan saya selalu menghindari minuman yang bersoda," ungkapnya.

Kerja keras untuk mempertahankan juara membuahkan hasil terbukti ia bisa jura terbaik I empat kali berturut –turut tingkat provinsi NTB. "Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah MTQ ke-28 Tingkat Provinsi NTB ini merupakan juara terbaik pertama yang keempat, ya juara terbaik pertama berturut – turut empat kali," ungkapnya sambil berulang-ulang membaca hamdalah. 

Saat ditanya motivasi untuk terus menggeluti qori’, ia menjelaskan alasannya sederhana menjadi qori’ itu tidak bisa megada-ada dan niat untuk lomba bukan untuk membangga-banggakan diri melainkan bisa menjadi kebanggaan keluarga, guru bahkan kabupaten tercinta yang notebene tempat saya lahir Kabupaten Lombok Barat. Selain menjadi kebanggan menjadi qori’, juga membawa faidah membawa pahala, “kan menjadi qori’ ini membaca lantunan-lantunan ayat suci al-qur’an, faidahnya mendapatkan pahala dan kalau mendapat juara dapat hadiah. Akhirat didapat, duniapun dapat," cetusnya sambil tersenyum.

Guru qori’ itu dalam benaknya mempunyai harapan khususnya kepada pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat untuk lebih memperhatikan para juara yang mengikuti MTQ atau STQ tidak hanya memberikan bonus berupa umroh atau tambahan uang saku melainkan memikirkan untuk kedepannya.

“Ya paling tidak kalau bisa kita bisa diangkat menjadi PNS atau tenaga kontrak,” harapnya.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel