Buka MTQ, Gubernur Puji Lombok Barat


Giri Menang, - Dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019 di lapangan Kantor Bupati Lombok Barat (Lobar), Giri Menang, Gerung, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah memuji Lobar sebagai tuan rumah. Pujian pertama disampaikan gubernur dengan menyebut MTQ ini di antara MTQ yang romantis, tidak hanya skala nasional tapi juga global.

“Ini mungkin salah satu pembukaan MTQ paling romantis di dunia, betapa tidak, panggungnya gagah sekali, indah sekali, diterangi oleh cahaya rembulan di belakang kita,” ujar gubernur memuji.

Memang, tampak rembulan dan malam bertaburkan bintang yang menambah khidmat suasana pembukaan MTQ. Selanjutnya gubernur yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera ini secara khusus memuji pasangan Bupati dan Wakil Bupati H. Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun dengan slogan ‘sopoq angen’ (satu hati, red) mereka.

“Terus terang Ibu Wagub (Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, red), saya sangat terkesan dengan Bupati Lombok Barat juga ibu Wakil Bupati karena sering sekali kita bertemu dulu dan ungkapan yg sering diekspresikan adalah apa yg dimaksud dengan ‘sopoq angen’ pak bupati dan ibu wakil bupati,” kata gubernur.

‘Sopoq angen’ dimaknai sebagai kebulatan hati dan kesatuan tekad untuk hidup indah di bawah kenikmatan naungan Al-Qur’anul karim. Menurut gubernur, inspirasi dari makna ‘sopoq angen’ mengingatkannya pada salah satu tafsir dari Sayyid Qutb yaitu hidup “Fi Zilal al-Qur'an” atau hidup “Dalam bayangan Qur'an”.

Hal ini, lanjut gubernur, mengekpresikan bagaimana indah dan lezatnya hidup di bawah naungan Al-Qur’an. Motto “sopoq angen” yang dimaknai seperti itu, menurut gubernur, bisa menjadi inspirasi bagi kepala-kepala daerah lainnya.

“Jadi sopoq angen-nya bupati dan wakil bupati Lombok Barat mudah-mudahan akan menginspirasi para pimpinan daerah yang lain bahkan kita semua di Nusa Tenggara Barat,” ujar gubernur memuji.

Di hadapan kepala daerah kabupaten/kota se-NTB atau pejabat yang mewakili, mantan anggota DPR RI Fraksi PKS dari 2004 hingga 2018 ini mengungkap salah satu makna berkumpulnya mereka dikaitkan dengan tradisi pada zaman Rasulallah Muhammad SAW dan para sahabat. Tradisi yang hampir selalu disampaikan Rasulallah ketika hadir dan meninggalkan sebuah acara yang dihadiri beragam orang.

“(Rasulallah) tidak pernah lupa mengutip satu ayat Al-Qur’an yang bunyinya: "Wal Ashri, Innal Insaana Lafii Khusrin, Illalladziina Aamanuu Wa'amilusshoolihaati Watawaa Shoubil Haqqi Watawaa Shoubisshobr” (QS. Al-Ashr 1-3). Surat pendek ini, kata gubernur, perlu diinternalisasikan dalam perhelatan akbar MTQ.

“Jangan sampai perhelatan besar ini melupakan substansi dari acara itu sendiri, betapa surat pendek ini bahkan ada ulama yang mengatakan ‘seandainya Al-Qur’an itu direduksi hanya cukup dengan satu surat ini saja maka mampu menentramkan kegelisahan hati semua manusia di bumi ini’,” ujar gubernur dengan penuh keyakinan.

Selanjutnya gubernur menterjemahkan Surat Al-Ashr tersebut. Wal ‘ashri, demi waktu, yang dihabiskan manusia sejak lahir sampai mati; innal insaana lafii khusrin, sesungguhnya kita semua gelisah, kalah, rugi; illallaziina aamanu..., kecuali mereka yang tertancap dengan kuat keimanan dan rasa kehadiran Allah di dalam sanubarinya.

Doktor Ekonomi Industri jebolan University of Strathclyde, Inggris, ini melanjutkan dengan menyebut satu ayat bagaimana wujud kekuatan keimanan seseorang.

"Terdapat indikator keimanan ketika dalam Surat Al Anfal ayat 2 Allah berfirman “Innamal-mu`minụnallażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum wa iżā tuliyat 'alaihim āyātuhụ zādat-hum īmānan.....,” gubernur membacakan ayat tersebut. Indikator yang dimaksud bahwa orang dikatakan beriman adalah mereka yang ketika disebut nama Allah maka bergetar dan berguncang hatinya dan ketika ayat-ayat Allah diperdengarkan maka senantiasa akan bertambah imannya.

“Di bumi Lombok Barat ini hari-hari mendatang akan banyak nama Allah didengungkan, akan banyak nama Allah diperdengarkan, akan banyak ayat-ayat Allah dikumandangkan, mudahan-mudahan ketika nama Allah didengarkan, ketika ayat-ayat Allah dibacakan bukan saja menggetarkan hati kita semua tapi akan menambah ketakwaan dan menambah keimanan,” ujar gubernur.

Dengan cara demikian, harap gubernur, NTB gemilang dan hidup yang lebih baik bukan hanya cerita tapi akan mampu diimplementasikan.

Sebelum membuka MTQ, gubernur tidak lupa berterima kasih kepada panitia MTQ (Lombok Barat) yang sudah menghadirkan event yang luar biasa. “Mudah-mudahan Allah menghadirkan keberkahan untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat yang kita cintai ini,” tutup gubernur berharap.

Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam laporan pelaksanaan MTQ pada bagian awal laporannya menyambut hadirin dengan sebuah pantun: “Ubi direbus sampai matang, dimakan bersama di hari malam, kepada para kafilah saya sampaikan selamat datang, lomba MTQ syiarkan Islam,” bupati membacakan pantun diikuti sorak halus dan tepuk tangan sebagian hadirin.

Selanjutnya ucapan terima kasih disampaikan bupati atas ditunjuknya Lobar sebagai tuan rumah MTQ ke-28 oleh Lembaga Pengembaangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi NTB. Amanah yang diberikan, kata bupati, akan terus menyulut kobaran semangat di hati masyarakat Lobar, bukan hanya untuk menjamu para tamu dengan sebaik-baiknya, namun juga mengobarkan semangat di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk terus membangun dengan melandaskannya pada Qur’an dan agama Allah. “Karena itu kami sering mengatakan “Lombok Barat Mantap untuk NTB Gemilang”, tegas alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Dilaporkan bupati, dasar pelaksanaan MTQ 2019 adalah Surat dari LPTQ Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan Nomor: 451.15/02/LPTQ-NTB tanggal Oktober 2019 Perihal: Ketentuan Pokok MTQXXVIII Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019. Dan juga Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor: 450.14-667 Tahun 2019 Tanggal 20 Oktober 2018, tentang penunjukan Kabupaten Lombok Barat sebagai penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019.

MTQ kali, dibacakan bupati, diikuti oleh seluruh Kabupaten/ Kota yang terbagi dalam 280 peserta putra dan 280 peserta putri dan 310 official. Para peserta MTQ akan berlomba dalam 8 cabang utama, yaitu Tilawatil Qur’an, Qiro’at Sab’ah, Hifdzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an dengan 3 bahasa, Fahmil Qur’an, Syarhul Qur’an, Khat, dan Musabaqah makalah ilmiah.

Tema MTQ disampaikan bupati adalah “Mewujudkan NTB Gemilang Melalui Implementasi Nilai-Nilai Universal Al-Qur’an dalam Membangun Generasi Qur’ani yang Bermartabat, Amanah dan Berkah” dengan sistem dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final, kecuali cabang Fahmil Qur’an yang diselenggarakan dalam tiga babak, yaitu babak penyisihan, semi final, dan final.

Selanjutnya bupati melaporkan beberapa arena/majelis pelaksanaan MTQ. Di antaranya Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat untuk cabang Tilawatil Al-Qur’an, baik untuk anak-anak, remaja, tuna netra dan dewasa. Masjid “Baital Atiq” Gerung untuk Qira’at As-Sab’ah, baik itu untuk mujawwad remaja, mujawwad dewasa, murattal remaja, dan murattal dewasa.

Masjid Al-Haya’ BTN Perumahan Daerah untuk Tilawah Al-Qur’an dan Hifzh Qur’an, khususnya untuk cabang Tartil Al-Qur’an 1 juz dan tilawah serta 5 juz tartil dan tilawah. Masjid Al-Walidain Pondok Pesantren “Nurul Hakim” Kediri untuk cabang untuk Hifzh Al-Qur’an 10 juz, 20 juz, dan 30 juz. Masjid Darussolihin Pondok Pesantren “Al Ishlahuddiny” Kediri untuk Tafsir Al-Qur’an, baik untuk tafsir ber-Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, maupun Bahasa Inggris.

Selain itu, SKB Gunungsari juga dijadikan sebagai arena musabaqah untuk Fahm Al-Qur’an dan Syarh Al-Qur’an. SMAN 2 Gerung untuk Khoth Al-Qur’an, baik untuk naskah, hiasan mushaf, dekorasi, maupun yang kontemporer. Dan terakhir SMAN 1 Gerung untuk Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an.

Tujuan MTQ dibacakan bupati adalah untuk menjadi arena pembinaan buat para Qori’ atau Qori’ah dan Hafidz atau Hafidzah, dengan harapan dapat memilih peserta terbaik dari masing-masing cabang Musabaqah yang akan menjadi duta Provinsi NTB ke MTQN XXVIII di Padang Sumatera Barat tahun 2020. Bupati pada bagian ini membacakan lagi sebuah pantun: “Banyak-banyaklah berbuat amal, berbuat baiklah walau tak kenal, semangat MTQ hasilnya maksimal, bisa berkiprah ke tingikat nasional,” pantun bupati.

MTQ, kata bupati, bisa menjadi sarana menjalin silaturrahmi untuk menguatkan rasa kebangsaan, serta memperteguh semangat membangun NTB Gemilang. Pada bagian akhir laporannya, bupati menegaskan agar mengutamakan sportivitas. “Kalah menang hal biasa, yang menang menjadi juara, jujur sportif yang utama, menjadi ibadah kepada Allah ta’ala,” ajak bupati.

Selain gubernur, wakil gubernur dan Penjabat Sekretaris Daerah NTB Iswandi, pembukaan MTQ ini dihadirioleh pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani Jabat, Kapolda NTB Brigjen Pol. Nana Sudjana, pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota se-NTB, beberapa kepala daerah di antaranya Bupati Lombok Timur M. Sukiman Azmy, Bupati Kabupaten Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, Bupati Kabupaten Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Walikota Bima Muhammad Lutfi, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyakarat.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel