Polda NTB Akan Menindak Tegas Oknum Terduga Penganiaya "ZA"


Mataram, - "Polda NTB dan media agar terus bersinergi dan menguatkan komunikasi dalam rangka memberikan informasi yang menyejukkan berdasarkan fakta sehingga dapat membuat situasi dan kondisi yang kondusif," pesan Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana dalam gelaran Olahraga bersama antara jajaran Polda NTB dengan puluhan Wartawan di Mataram, Jumat (13/9).

Pada kesempatan itu juga Irjen Nana Sudjana menyampaikan rilis perkembangan kasus Lombok Timur yang sempat menyita perhatian publik.

"Kami, tetap berkomitmen untuk menindak tegas oknum anggota yang diduga melanggar aturan disiplin, kode etik profesi atau pidana," ujar Nana.

Ia menerangkan bahwa Tim Investigasi yang telah dibentuk sampai saat ini masih bekerja dengan melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Hingga hari ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap 14 orang termasuk yang diduga melakukan pelanggaran atau tindak pidana.

"Belum ada pejabat Polres atau Kapolresnya yang diperiksa. Status mereka yang diperiksa masih sebagai saksi, kami belum menentukan tersangka, kita perlu alat bukti lain untuk meyakinkan peran masing-masing dalam kejadian tersebut," ungkapnya.

Pihaknya akan melaksanakan Gelar Perkara untuk menentukan tersangka. Berkas akan displit (dipisah-pisahkan) dan ini lanjutnya  memerlukan pemeriksaan lanjutan.

"Ada beberapa oknum anggota yang sudah mengarah untuk menjadi tersangka dalam perkara pidana ini. Dalam penerapan pasalnya pun kita perlu kecermatan sehingga nantinya dapat menjadi rangkaian utuh telah terjadi tindak pidana," sambung Nana.

Kapolda berharap situasi dan kondisi di Nusa Tenggara Barat khususnya di Lombok Timur tetap kondusif.

"Jangan sampai masalah ini dijadikan isu yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga akan memperkeruh suasana," cetusnya.

Ia menghimbau semua pihak untuk tidak ikut serta membuat atau menggiring opini ataupun mendistribusikan berita-berita yang negatif sehingga terjadi misinformasi yang dapat mendorong adanya provokasi yang dapat menimbulkan gangguan keamanan.

"Mari kita menyikapi persoalan ini secara proporsional melalui langkah-langkah hukum. Yang jelas kita akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran atau tindak pidana (atas kematian Zainal Abidin (ZA) red.)," pungkasnya.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel