"Destinasi Wisata Meraup Rupiah Menuai Sampah" Bersama Dialog Lombok



Mataram, - Saat akademisi, goverment, komunitas, media dan masyarakat bertemu pasti muncul berbagai ide dan gagasan sebagai langkah awal dalam kolaborasi. Jumat (20/9) Dialog Lombok edisi ke 4 digelar di breeze Coffee Jl Sudirman Mataram. Tema diskusi kali ini soal Destinasi Wisata Meraup Rupiah Menuai Sampah.

Kali ini Dialog Lombok menghadirkan Kang Dhani sapaan akrab Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Prov. NTB Madani Mukarom, Gendewa Tunas Rancak Dekan Teknik Lingkungan UNU NTB, Pasek Arianta Lombok Care Comunity.

Permasalahan sampah merupakan masalah global. Pariwisata khususnya adalah sektor yang tidak bisa lepas dari sampah. Hampir bisa dipastikan setiap kegiatan manusia meninggalkan sampah. Kini sampah bukan saja menjadi masalah sosial namun global.
Pengelolaan sampah di destinasi wisata misalnya memerlukan cara dan penanganan khusus. Banyak permasalahan sampah ini terjadi karena rendahnya kesadaran atau ketidaktahuan dalam melakukan pengelolaan. Kita bisa belajar dari para local hero dan mencari cara-cara cerdas dalam menangani sampah.

Pada dialog ke empat ini ada beberapa pelaku yang dapat menjadi inspirasi sekaligus tempat berbagi informasi mengenai sampah. Bank sampah UNU NTB misal yang digawangi oleh Gandewa ternyata bisa memberikan nilai ekonomi. Membayar uang kuliah dengan sampah yg disetor dan diakumulasi selama 1 semester. Jadi kita setornya sampah lalu dihitung berdasarkan aplikasi munculnya saldo untuk bayar kuliah.

Pasek yang juga guide Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) juga menyatakan bahwa care (perhatian) terhadap lingkungan khususnya destinasi wisata memang sebuah keharusan.

"Sebagai guide tentu malu jika destinasi kita kotor, siapapun kita dapat memulai dengan care dan peduli terhadap lingkungannya," sambung Pasek.

Sementara Kang Dani banyak memaparkan tentang program zero waste pemprov NTB.

"Bagaimana perencanaan dan apa saja yang dilakukan. Sampah ini bisa menjadi industri dengan nilai tinggi dan memang harus ada solusi serta sosialisasi tentang pengelolaan sampah," terangnya.

Pada kesempatan kali ini lanjutnya banyak mahasiswa yang mengharapkan program terintegrasi antara dinas dan akademisi untuk melibatkan kampus dalam masalah sampah.

"Kenapa tidak mahasiswa sebagai motor perubahan sudah seyogyanya digandeng dalam kolaborasi ini," cetusnya.

Acara yang dihadiri sekitar 75 orang ini sangat seru. Berlangsung selama 2.5 jam dan menjadi sarana diskusi serta dialog lintas kampus dan lintas stakeholder. Beberapa pemerhati lingkungan hadir dan memberikan masukan serta kritik demi kemajuan daerah khususnya dalam kebersihan destinasi wisata.

Tidak lupa forum dialog lombok juga menyerukan dan mengajak segenap yang hadir untuk turut ambil bagian dan partisipasi aktif dalam world clean up day 2019 besok pagi sabtu 21 september 2019 di berbagai tempat masing-masing.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel