Ajang Bersatu Kembali, DPD KNPI NTB Gelar Rapimda



Mataram, -  Kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB telah memasuki ujung tahun masa kepengurusan setelah tiga tahun lamanya berkreasi mencerdaskan dengan mengekspresikan bakat pemuda NTB dalam ikut serta membangun daerah ke arah yang lebih baik.

Akhir kepengurusan ini ditandai dengan akan digelarnya rapat pimpinan daerah (rapimda) pada tanggal 14-15 September mendatang.

"Rapimda ini merupakan bagian dari salah satu kegiatan dalam menghadapi musyawarah daerah (musda) yang digelar minimal 6 bulan sebelum musda dilakukan," kata Ketua Panitia rapimda Arif Rahman Ibnu di Mataram, Sabtu (7/9).

Arif menjelaskan tujuan rapimda tersebut selain mendengarkan laporan kegiatan dari DPD II Kabupaten/ Kota, juga akan dilakukan penetapan peserta yang akan mengikuti musda serta penentuan lokasi musda.

"KNPI adalah wadah mencerdaskan anak bangsa, tidak ada lagi perpecahan yang ada hanya perbedaan ide gagasan untuk kemajuan, nawaitu kita di KNPI itu sama yaitu kritis, dinamis, rasional, semoga ini menjadi momentum awal persatuan kita," terangnya menanggapi adanya kubu-kùbuan yang selama ini terjadi disemua provinsi namun baginya di NTB tidak ada sesuatu yang signifikan tentang hal tersebut.

Sementara itu, pernyataan Arif diamini ketua DPD KNPI NTB Hamdan yang juga hadir memberi pemaparan tentang rapimda tersebut.

"Rapimda ini wajib dan insya Alloh akan kita gelar dimataram lombok garden, kita harap peserta dari semua DPD dan OKP hadir, kalau temen-temen yang lain mau bergabung silahkan, masalah rekonsiliasi saya terbuka, saya tidak punya beban untuk menolak namun itu perlu pembicaraan khusus yang serius," cetusnya.

Hamdan menerangkan kegiatan ini juga sebagai ajang konsolidasi organisasi sekaligus membahas perkembangan atau isu yang hangat saat ini. Pada ajang tersebut nantinya akan digelar  seminar bertema "Pemuda Bersatu Melindungi NKRI".

"Isu hangat seperti Papua, dan isu apa saja yang berpotensi memecah NKRI akan kita kupas," ujarnya.

Sebagai elemen pemuda ia berharap NTB menjadi contoh kedamaian, daerah yang kondusif jauh dari konflik. Terkait isu kedaerahan katanya akan dibahas pada momentum sumpah pemuda oktober dan di musda nantinya.

"Tentram tanpa harus ada gerakan anarkis, Kapolda, Danrem dan Gubernur juga akan kita undang nanti, kita ingin NTB ini Gemilanglah," sambungnya seraya menegaskan bahwa ini merupakan pengabdian terakhirnya di KNPI NTB seperti halnya Arif Rahman Ibnu, namun ia masih bertanggung jawab atas KNPI hingga musda mendatang.

Untuk diketahui rapimda ini akan diikuti oleh total 89 OKP, 10 DPD 2 dan satu DPD KNPI NTB. Sehingga dipastikan akan diikuti oleh 100 peserta.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel