Roah Literasi, Sasar Minat Baca Warga Pelosok


Giri Menang, - Acara ‘roah’ bukan lagi tradisi kenduri bagi kebanyakan warga kampung. Namun roah ini, telah dikolaborasi menjadi sebuah momen penting. Penting dalam rangka menggairahkan minat baca warga pelosok kampung.

Kegiatan yang berlabel ‘Roah Literasi’ mendapat perhatian khusus dari Ketua TP PKK Provinsi NTB dan Kantor Bahasa. Kegiatan Roah Literasi, berlangsung di Dusun Jelateng, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar-Lombok Barat. Banyak kegiatan yang dirangkum. Diantaranya, bioskop keliling, lomba bercerita, lomba menulis surat kepada Ibu Gubernur, pentas anak dan karya seni, MoU gerakan literasi dan lounching mobil cerita, literasi award serta pemberian beasiswa yatim.

Kegiatan yang digagas warga Dusun Jelateng ini tidak sia-sia. Kamis (1/8/2019), tim dari kantor Bahasa NTB dan TP PKK Provinsi NTB, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh relawan.

“Saya selaku Ketua TP PKK Provinsi NTB, menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan, Kepala desa dan seluruh wara Desa Gegerung yang telah memiliki gagasan yang sangat mulia ini,” kata Ketua TP PKK Provinsi NTB, Niken Septarini Widiawati dalam sambutannya.

Pesan istri Guernur NTB ini, dengan adanya kegiatan roah literai ini, seluruh warga dan keluarga desa Gegerung tidak ada lagi yang buta huruf. Bahkan pada kesempatan itu, Niken merujuk perintah membaca yang termaktub dari al-quran.

“Dalam al-quran, kita juga diperintah untuk membaca. Jadi mari kira rajin dan sering membaca, karena dengan membaca kita menjadi pintar,” saran Niken bersemangat.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Gegerung, Harun pun menyampaikan apresiasi kepada TP PKK NTB, tim dari Kantor Bahasa, Kepala Perustakaan dan Arsip Lombok Barat, serta seluruh warga dan orang tua dari peserta roah literasi. Selain menyampaikan aktivitas relawan, Harun juga menyampaikan aktivitas ekonomi warganya. Mereka kebanyakan sebagai perajin kayu Gaharu yang sudah merambah marketingnya sampai ke China, Hongkong dan Thailand.

Hal yang sama, juga disampaikan oleh Penggagas ‘Bale Baca Kerjan Dongeng’, Husnul Khotimah menyatakan, pada awalnya, bale Baca Kerajaan Dongeng ini hanya sebuah komunitas yang focus pada dunia pendidikan anak-anak. Mengingat saat ini, dunia pendidikan khususnya minat baca sangat kurang. Kata Husnul, sebabnya adalah tehnologi komunikasi seperti HP yang salah digunakan.

“Di tempak kita sekarang ini, dulu kumuh dan dijadikan tempat pembuangan sampah warga. Sekarang kita sulap menjadi tempat belajar yang disukai anak-anak. Selain belajar edukatif, anak anak juga di sini belajar tahfidz,” kata Husnul.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel