POLISI JANGAN LEPAS TANGAN


Mataram, - Pernyataan Kabid Humas Polda NTB yang menyatakan "kasus hilangnya Dokter Mawardi jangan di gembar gemborkan" sangat mengecewakan pihak keluarga. "Kalau memang pihak kepolisian belum bisa menemukan pak Dokter Mawardi,  terutama Kabid Humas Polda paling tidak tolong lah hargai perasaan kami keluarga Dokter Mawardi, dengan mengeluarkan statemen seperti itu sangat melukai perasaan kami," kata ibu Nurul Hidayati Hamry adik kandung Dokter Mawardi yang paling kecil.

"Selama ini kami diam karena kami percaya dengan kerja kepolisian, terutama kami percaya atas pencarian saudara kami walaupun kadang ragu atas kinerja dan usaha dari pihak terkait untuk tetap mencari saudara kami, tapi kenapa di saat kami ingin kasus hilang nya saudara kami di usut kembali kami membaca statemen Kabid Humas Polda agar kasus hilang nya pak dokter tdk perlu di besar-besarkan ,ini manusia Lo di saat beliau hilang masih menjabat sebagai direktur RSU yang notabene masih menjadi pejabat pemerintah," sambungnya.


"Kami sebagai masyarakat awam apalagi selaku keluarga dokter Mawardi berhak untuk minta perlindungan, ke mana lagi kami meminta Perlindungan kalo bukan kepolisian selaku pelindung dan pengayom masyarakat, dengan segala hormat tolong hargai perasaan kami, semoga jangan ada lagi dokter-dokter Mawardi yang lain," tambah Nurul.

Direktur NDI Abdul Majid juga sangat menyesalkan pernyataan Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama itu. Hal ini disampaikan melalui rilis yang diterima Matanusantara.com pada Selasa (7/5).

"Pernyataan pak Kabid Humas Polda NTB ini seolah-olah pihak kepolisian lepas tangan dan tidak bertanggung jawab atas kasus yang menimpa Dokter Mawardi, siapa juga yang mau memojokkan Kepolisian,, kalau ada orang atau lembaga yang berusaha ikut mencari kehilangan dokter Mawardi,  dan mendesak pihak kepolisian untuk bekerja,  itu semata-mata di dasari dari rasa kemanusiaan sesama masyarakat, jangan malah menuduh org mau menyerang apalagi mau memojokkan polisi," sesal Majid.

Majid menyatakan jika ada warga atau masyarakat yang hilang, kemudian pernyataan seperti ini akan keluar lagi dari pihak kepolisian, ia khawatir  pihak kepolisian sudah putus asa dalam menangani kasus hilangnya dokter ini..

"Perlu di ingat juga,  setiap pergantian kapolda di NTB,  kami selalu menuntut supaya pihak kepolisian menunjukkan keseriusannya dalam menangani kasus pak dokter ini,  Jadi tidak benar kalau kami ingin menyerang pihak kepolisian karena pergantian Kapolda Baru," tutup majid.(red)
  1. Hilangnya seorang manusia di anggap tidak usah di gembar gemborkan, pelayanan publik macam apa ini. Mungkin jika yang hilang adalah ayam atau anak kambing kita bisatidak menggemvar gemborkannya seperti bahasanya Kabiit Humas. Persepsi saya jika kita menatap ke masyarakat" hilang ayamnya saja ribut satu kampung untuk mencari, nah apa lagi manusia, dan Bahakan seorang aparatur negara seperti Dokter Mawardi. Andaikan Kabut Humas itu merasakan apa yang dirasakan pihak keluarga Dokter Mawardi, mungkin anda akan sadar dengan apa yang anda katakan itu.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel