"FM LOBAR Akan Tetap Kawal Realisasi Dana Gempa"


Giri Menang, - Front Mahasiswa Lombok Barat (FM LOBAR) menyatakan komitmennya untuk terus mengawal realisasi bantuan dana gempa di kabupaten Lombok Barat. Pasca Aksi Demonstrasi yang di adakan pada tanggal 10/01/2019 lalu, meskipun telah menuai respon yang cukup positif dari pemerintah namun ada banyak hal yang harus kembali di awasi oleh Semua pihak terutama Kader FM LOBAR selaku garda terdepan yang selama ini sangat konsen membahas isu penanganan musibah gempa bumi di Lombok barat.

Ada beberapa hal yang saat ini FM LOBAR kembali soroti terkait penanganan musibah gempa ini, diantaranya adalah proses pembentukan Pokmas, pembagian Rekening/Buku tabungan penerima bantuan, pendistribusian dana bantuan hingga tahap pelaksanaan pembuatan rumah yang akan diberikan kepada masyarakat.

"Sekalipun Pemerintah sudah merespon tuntutan aksi kami, tetapi kami akan tetap turun kemasyarakat untuk mengawasi pendistribusian bantuan dana gempa, karena kami menduga masih ada celah bagi oknum tertentu untuk mempermainkan masyarakat dalam menerima bantuan," ungkap Mukhsin (Ketua Umum FM LOBAR).

Semenjak musibah gempa bumi yang menimpa pulau Lombok beberapa bulan yang lalu, FM LOBAR memang telah banyak melakukan program untuk membantu mengatasi persoalan penanganan rehabilitasi musibah gempa bumi Lombok, mulai dari penggalangan dana, trauma healing, hingga membantu masyarakat mengadvokasi setiap masalah yang dihadapi baik melalui audiensi ke instansi terkait, maupun lewat tulisan dan aski demonstrasi, sehingga pada tahap pelaksanaan yang saat ini sedang berjalan FM LOBAR tidak akan tinggal diam untuk mengawasi kinerja para pelaksana program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Lombok barat.

"Kami telah mengerahkan semua kader FM LOBAR untuk melakukan penelitian di desa-desa terkena musibah gempa, untuk mencari data dan mendengarkan keluh kesah masyarakat untuk kami sampaikan ke pihak yang bertanggung jawab," ungkap Agus Suherjan (Kepala departemen LITBANG FM LOBAR).

Selain itu, FM LOBAR juga telah membentuk Tim Khusus yang akan konsen untuk berbicara terkait penanganan musibah gempa bumi ini, sehingga tim inilah yang nantinya akan turun mengawasi kinerja dari pihak-pihak terkait yang ditugaskan untuk menjadi fasilitator maupun eksekutor dalam perealisasian bantuan dana gempa baik berupa Rumah maupun jaminan sosial lainnya.

"Sejauh ini kami sudah sangat intens membangun komunikasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk membicarakan persoalan penanganan musibah gempa ini, dan kami juga telah membuat Tim Khusus yang fokus bergerak untuk masalah ini," tambah Mukhsin.

Dari data yang diperoleh FM LOBAR pada bulan desember 2018 lalu, 39 unit Rumah instan sehat sederhana (RISHA) telah selesai dibangun dari total 207 yang masih dalam proses, sementara 376 unit RIKA, 105 unit RIKO, dan 40 unit RCI masih dalam proses pembangunan, proses pembangunan inilah yang harus mendapat pengawalan ketat sehingga tidak adalagi celah bagi para oknum tertentu untuk mempermainkan masyarakat.

Selain itu Mukhsin selaku Ketua umum FM LOBAR juga kembali mempertegas, bahwa apabila pelaksanaan pembangunan Hunian Tetap maupun pendistribusian bantuan lainnya tidak dijalankan sesuai aturan serta batasan waktu yang diberikan, maka pihaknya akan kembali menggelar Aksi dengan melibatkan unsur masyarakat yang menjadi korban gempa, dan bahkan beberapa kepala desa, kepala dusun dan ketua POKMAS di Lombok barat sangat mengapresiasi gerakan Aksi yang dilakukan FM LOBAR .

"Kami bersama masyarakat Korban gempa, sangat mengapresiasi Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa, dan kami juga akan sangat mendukung apabila nanti ada Aski lagi," ungkap Kades Jeringo-Kec.Gunung sari Sahril di kediamannya.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel