Disperindag Kota Mataram Gelar Pasar Murah Spesial "Maulid"


Mataram, - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mataram menggelar operasi Pasar Murah Special Maulidan yang diadakan di kantor Lurah Pejeruk Mataram. Warga sekitar menyemut antre membeli kebutuhan untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai inovasi pemerintah dalam  upaya normalisasi trauma masyarakat terdampak gempa mulai dari aksi sosial dan ekonomi pun terus dilakukan sebagai alternatif lain bentuk trauma healing.

"Disperindag Kota Mataram yang berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Prov. NTB menggelar pasar murah disetiap kelurahan di Kota Mataram dalam Special Maulidan. Lokasi yang ke-5 digelar dikantor Lurah Pejeruk Ampenan Kota Mataram. Warga pun menyemut serbu kantor lurah karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga pasar pada umumnya. Dari sembako hingga perlengkapan lainnya juga tersedia dengan harga rakyat," terang Lurah Pejeruk H. Abdul Wahab, S.H, saat didampingi Babhinmas Serma Siful , dan Bhabinkamtibmasnya Brigadir Agus Budi Santoso di Mataram, Kamis (22/11).



Dikatakan, Pasar rakyat ini digelar oleh Pemkot Mataram bersama Disperindag Mataram disamping membantu masyarakat dalam memperoleh harga kebutuhan perayaan Maulid Nabi, juga sebagai ajang silaturrohmi dengan masyarakat guna menghilangkan secara perlahan trauma akibat gempa. Intinya sebagai bentuk salah satu inovasi trauma healing bagi warga terdampak gempa Agustus lalu yang hingga kini susulannya masih kerap terjadi.

“Terimakasih kepada Pemerintah Kota Mataram yang dalam hal ini Disperindag Kota Mataram telah memberikan program ini dan warga kami mendapatkan kemudahan untuk memperoleh kebutuhannya. Program ini turun dalam kondisi yang tepat saat warga sangat membutuhkan bahan untuk melaksanakan perayaan maulid Nabi dan juga dapat mengurangi traumanya,” ungkapnya.



Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram  Nugraha Hadi selaku pelaksanaan program tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan program pasar murah tersebut digelar dalam momen tertentu saja, dan untuk 2018 lebih spesial.

“Kegiatan ini digelar dalam momen tertentu saja, namun pada tahun 2018 ini agak spesial, disamping dalam rangka maulid Nabi, juga dalam rangka trauma healing terhadap warga terdampak gempa. Untuk itu kami melaksanakannya 5 kali di kelurahan yang berbeda untuk pemerataan. Selain itu juga untuk mengapresiasikan kepada dunia kalau Mataram Move On Lombok Bangkit dari keterpurukan pasca gempa, dan menceritakan kepada dunia bahwa NTB sudah aman," pungkasnya.(nn)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel