Gelar Ratas, BDRG Pastikan Stok Pangan & Harga Bawang Normal


Matanusantara.com - Mataram

Anggota DPD-RI dapil NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi (BDRG) menggelar rapat terbatas terkait ketersediaan stok beras, anjloknya harga bawang, keberadaan Toko Tani Indonesia dan sejumlah persoalan lainnya dengan Divre Bulog NTB, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten Bima serta Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di kantor DPD-RI NTB Mataram, Senin (01/10).

"Rapat ini untuk menindaklanjuti pertemuan dengan Menteri Pertanian beberapa waktu lalu," terangnya.




Anggota DPD yang mencalonkan diri kembali sebagai Anggota DPD priode 2019-2024 ini mempertanyakan ketersediaan stok beras dalam beberapa bulan kedepan serta penyebab anjloknya harga bawang di Bima. Padahal menurut Dia kualitas bawang Bima adalah kualitas terbaik.

"Hasil rapat ini nantinya akan kita bawa dalam rapat lanjutan dengan menteri pertanian," sambung calon nomor urut 24 ini.

Sementara itu Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Divre Bulog NTB, Burhanudin Azhari menyatakan, secara prinsip pihaknya siap menampung bawang milik petani Bima dengan catatan adanya LC atau instruksi pembelian dari pusat. Sampai hari ini menurutnya belum ada instruksi dari pusat untuk membeli bawang milik petani.



Sementara terkait dengan stok beras, Burhanudin menyatakan, stok beras yang ada di gudang Dolog mencukupi hingga sebelas bulan ke depan.

"Alhamdulilah stok beras kita cukup bertahan hingga sebelas atau dua belas depan kedepan, jadi kita tidak usah kawatir akan kekurangan beras," ujarnya.

Menanggapi anjloknya harga bawang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima Heru Priyanto menyatakan persoalan anjloknya harga bawang di Bima bukan pertama kali terjadi. Harga bawang sendiri menurut Heru fluktuatif. Pada tahun lalu harga bawang berada dalam harga jual yang bagus sementara pada tahun ini mengalami penurunan. Namun kondisi tersebut bukan hal baru. Beberapa kali harga bawang di Bima juga mengalami penurunan. Penurunan harga bawang menurut Heru karena stok bawang di pasaran melebihi permintaan.

"Kondisi anjloknya harga bawang ini bukan hal baru, harga bawang fluktuatif tergantung stok di pasar, bila jumlah barang di pasar melebihi permintaan maka harga bawang bisa turun drastis tetapi sebaliknya harga bawang bisa naik bila stok barang terbatas," jelasnya.

Baiq Diyah sendiri menyatakan persoalan pertanian di NTB cukup kompleks. Khusus untuk bawang Ketua Iwapi NTB ini meminta daerah untuk lebih kreatif dalam membuat produk olahan. (bn)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel