Gak Malu Kampungmu di Perbaiki Orang Luar?



Oleh : Ahmad Syamsul Hadi, S.Pd

Apa motivasi saya maju menjadi Caleg?

Ada pertanyaan yang sebenarnya sering muncul beberapa waktu yang lampau.

"Kampung orang bisa dirimu perbaiki, kampung sendiri kapan?".

Pertanyaan tersebut sering diutarakan baik oleh yang muda maupun para tetua di kampung. Saya berfikir bahwa dari sekian banyak cara dan jalan untuk bisa menyumbangkan gagasan dan tindakan adalah menjadi corong masyarakat di parlemen. Saya mengatakan ini jalan karena kini saya sudah berpartai di NasDem dan menjadi sekretaris Dewan Pimpinan Daerah di Lombok Tengah.

Kalau ditimbang sesungguhnya tidak mudah untuk mengambil keputusan ini, karena menjadi wakil rakyat dengan sistem demokrasi saat ini membutuhkan kerja politik yang maksimal. Sehingga untuk mencapai itu membutuhkan kerja keras dan komitmen yang kuat.

Partai dan wakil rakyat di parlemen dewasa ini menemui satu krisis kepercayaan dari publik, sebagai kader partai, saya harus mampu membalik semua itu, dengan kerja keras dan pengabdian yang sesungguhnya untuk masyarakat. Caranya ya saya harus masuk dan terpilih dalam pertarungan di 2019 nanti.

Apa cita-cita saya jika terpilih?

Partai adalah amplifier dan parlemen adalah corong, dari mana suaranya; dari rakyat.

Hal demikian ini sering kali dilupakan. Tugas yang diemban oleh wakil rakyat itu tidaklah mudah, mendengar, memahami dan menjalankan mandat rakyat itu adalah utama. Bekerja sepenuhnya tentu beralaskan pada kepentingan yang diamanahkan kepada wakil tersebut.

Partai NasDem mensyaratkan kadernya maju menjadi wakil rakyat dengan kapabilitas dan integritas, dengan kemampuan dan kejujuran. Oleh karena itu partai ini juga maju dengan slogan anti mahar. Sebagai partai modern maka kadernya harus mampu membawa suara rakyat sebagai kekuatan pokok di parlemen.

2019 ini sesungguhnya adalah batu pal bagi para kaum muda untuk maju dan mengisi ruang kosong dalam alam demokrasi dewasa ini.

Tidak sekarang maka kita akan "puasa" selama 5 tahun.
Sudah saatnya politik yang baik menjadi panglima dan fokus pembangunan dan kesejahteraan masyarakat serta pengabdian menjadi prasyarat utama bagi para pemuda untuk membela kepentingan rakyat.

Partai hanya di pergunakan sebagai alat merebut kekuasaan tapi fungsi partai sebagai garda terdepan mengurus persoalan sosial ekonomi, politik dan kebudayaan sudah sedemikian terdegradasi. 2019 hal ini harus di start over, tentu di parlemen.

Penulis adalah Caleg No.1 Partai Nasdem Dapil Lombok Tengah 1 ( Praya-Praya Tengah)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel