F Menyambut Ramadhan 1442 H - Mata Nusantara -->

Menyambut Ramadhan 1442 H

“Barang siapa yang senang dengan datangnya Bulan Ramadhan, Alloh Swt akan mengharamkan jasadnya kedalam api  neraka “

Oleh : TGH. Muharrar Iqbal, MA

            (Mudir Yayasan Insan Kamil) 

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh Swt, atas perkenan-Nya kita dapat dipertemukan kembali dalam indahnya Ramadhan di Tahun  1442 H ini, dan semoga saja Ramadhan kita tahun ini memiliki pengaruh besar dalam kehidupan kita untuk dapat menjadi manusia yang sebenar-benarnya. Ramadhan dalam pandangan Islam memiliki tempat yang istimewa, karenanya setiap individu Muslim harus selalu merasa bahagia dan senang dengan datangnya bulan Ramadhan sehingga dapat beribadah secara sungguh-sungguh di dalamnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi akhir zaman Muhammad Saw, “Barang siapa yang senang dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan, Alloh Swt akan mengharamkan jasadnya masuk kedalam api neraka."  Seorang muslim harus selalu menyambut dan merasa bahagia tidak hanya karena keberkahan dan keistimewaan yang terkandung di dalamnya, tetapi juga karena memiliki nilai yang tak terduga pengaruhnya dalam kehidupan kita.

Itulah mengapa para sahabat, tabi'in dan ulama salafus sholih selalu rindu dengan kehadiran Bulan Ramadhan, karena Ramadhan berarti “membakar” setiap dosa yang secara sadar atau tidak sadar kita lakukan pada tahun tahun sebelumnya. Ramadhan sendiri adalah kata kerja Masdar atau infinitive dari kata ramidha atau arramadh yang berarti membakar, menyengat atau sangat panas. Mengapa dikatakan demikian? Karena bulan Ramadhan ditetapkan Alloh Swt saat udara atau cuaca di Jazirah Arab yang sangat panas pada masa itu. Makna dari semua itu tentunya adalah bagaimana kita menjadikan Ramadhan sebagai bulan kita membakar akhlak Mazmumah (tercela) kita berupa keserakahan, egoisitas, suka fitnah, suka dengki, kesombongan, caci maki dan ketamakan.

Ramadhan yang kita jalani setiap tahunnya hendaklah memiliki dampak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, Ramadhan harus selalu bermakna untuk kita lalui, karena belum tentu tahun depan Alloh Swt akan mempertemukan kita kembali dengan bulan mulia itu. 

Agar Ramadhan kita selalu bermakna, maka diperlukan persiapan yang matang untuk menghadapinya. Persiapan itu diantaranya :

(1) Persiapan Ilmu : seorang muslim yang telah mukallaf (yang sudah dibebani hukum)  wajib hukumnya berpuasa Ramadhan, sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkannya dengan sengaja. Maka, bagi orang yang berpuasa wajib mengetahui syarat-syarat wajib puasa, rukun puasa dan kapan pelaksanaanya, apa landasan hukumnya dan itu hanya bisa kita ketahui dengan ilmu dan untuk berilmu maka kita harus belajar dan bertanya. 

(2) Persiapan Ruhiyah : seorang muslim yang bercita-bercita mendapatkan keagungan ramadhan hendaknya mempersiapkan spiritual dan ruhiyahnya dalam menghadapinya, tahan terhadap ujian dan godaanya sehingga kualitas ramadhanya akan dapat dia rasakan berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. 

(3) Persiapan Jasadiyah : untuk mendapatkan indahnya ramadhan, setiap orang harus mempersiapkan diri untuk menjalaninya dalam keadaan sehat, segar dan bugar. Untuk itu, diperlukan asupan makanan yang halal dan bergizi agar kita tidak cepat lemah dan sakit. Bagi orang yang sakit menjalaninya tentu terasa menyedihkan. 

(4) Persiapan Maliyah : setelah kita mempersiapkan semuanya, yang tidak kalah pentingnya adalah persiapan Maliyah atau mempersiapkan harta, uang, beras, lauk pauk yang diperoleh dengan cara yang baik untuk membeli kebutuhan berbuka puasa dan juga untuk mempersiapkan diri berinfak dan beramal sholeh lainya serta tidak lupa membayar zakat fitrah menjelang akhir Ramadhan. 

Bayangkan, jika makanan kita mulai dari berbuka hingga sahur berasal dari harta yang tidak halal, maka dapat dipastikan bahwa puasa kita akan tertolak atau tidak diterima Alloh swt. Dengan demikian, jika kita menjalaninya dengan harta yang tidak baik, maka tentu kita akan merugi sebagai hamba yang dipertemukan dengan bulan kemuliaan itu. Insya Allah Ramadhan kita tahun ini akan menjadi bulan yang sangat fundamental nilainya bila kita menjalaninya dengan penuh ikhlas. 

Untuk itu, marilah kita sambut Ramadhan kita ini dengan mengucapkan do’a 

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“ Ya allah berkahilah kami di Bulan Rajab, Berkahilah kami di Bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan Bulan Ramadhan."

Wallohua’lam Bisshawab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel