F Boleran adalah Area Mematikan di Pinggir Pantai - Mata Nusantara -->

Boleran adalah Area Mematikan di Pinggir Pantai


Pamtai adalah tempat tamasya paling menarik dan murah bagi masyarakat. Tak heran bila pantai di akhir pekan selalu ramai dikunjungi. Namun selain menyajikan pemandangan indah dan udara yang segar, tanpa kehati-hatian terkadang pantai tempat bahaya bagi kita.

Bagi mereka yang ingin bertamasya ke pantai dalam waktu dekat, mohon untuk memperhatikan informasi penting berikut ini.

Boleran adalah sejenis ekor palung laut yang akan menarik apa saja menuju ke palung laut yang berada di tengah laut.

Boleran biasanya ditandai dengan ombak yang nampak tenang dan hanya menggelundung saja sekalipun area di sekeliling bagian kiri kanan ombak memecah. 

Boleran berada sekitar 5 - 10 meter dari bibir pasang pantai. 

Boleran yang juga dikenal dengan nama "Rip Current" merupakan arus balik yang menuju ke tengah laut.

Rip current bisa ditandai dengan warnanya yang keruh, karena ketika arus susur kembali ke tengah laut, akan menarik material yang ada di pinggir pantai menuju laut lepas sehingga airnya cenderung berwarna keruh.

Untuk mengetahui ada tidaknya Rip Current atau Boleran di sebuah pantai adalah dengan mencoba meletakkan sebuah benda yang bisa tenggelam (misalnya batang pohon kelapa) ke area gelombang yang tenang. Jika batang pohon terseret jauh sampai ke tengah laut/laut lepas, kemungkinan itu merupakan Boleran/Rip Current.

Bagi yang belum terbiasa, mereka akan menganggap bahwa itu adalah area yang aman karena ombaknya nampak tenang. Tetapi sebenarnya, itu adalah area yang sangat berbahaya.

Salah satu cara agar tetap selamat adalah tetap tenang dan berusaha untuk tidak melawan arus melainkan dengan berenang ke arah sisi kiri atau kanan menuju ombak yang memecah menuju pantai.

Semakin kita berupaya melawan arus, semakin kita terseret ke arah tengah laut menuju palung laut.

Kiriman Pembaca 

Semoga_bermanfaat!

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel