F Dislutkan NTB Gelar Rakor Pengawasan Sumberdaya Kelautan & Perikanan - Mata Nusantara -->

Dislutkan NTB Gelar Rakor Pengawasan Sumberdaya Kelautan & Perikanan

Mataram, - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa memiliki luas wilayah perairan dengan total seluas 59,13%, sehingga dalam upaya pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan membutuhkan peran dan kesadaran dari seluruh pihak.

Dalam upaya penguatan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB bersama dengan WCS mengundang tim yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) yang didalamnya tergabung unsur TNI AL, Polairud, dan KCD dalam rapat penguatan kapasitas operasional dan koordinasi pelaksanaan Satuan Tugas tindak pidana bidang kelautan dan perikanan.

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB berkesempatan hadir sekaligus membuka kegiatan rapat koordinasi tersebut pada hari Rabu, 25 November 2020 di Fave Hotel dengan merapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pada saat memberikan sambutan, Yusron menyampaikan bahwa sinergi dan kerjasama dari seluruh unsur yang tergabung dalam tim Satgas ini sangat diperlukan demi menjaga keamanan wilayah perairan kita di Provinsi NTB.

“Tidak hanya melakukan penindakan dan pengawasan, tim Satgas ini juga perlu melakukan tindakan Preventif kepada masyarakat nelayan dengan cara melakukan sosialisasi terkait dengan peraturan tentang pengawasan dan destructive fishing baik secara langsung maupun memanfaatkan sosial media dengan membuat iklan layanan masyarakat maupun melalui pamflet dan infografis yang menarik,” ucap Yusron.

Selain dengan sosialisasi, pendekatan secara persuasif juga penting untuk dilakukan dengan cara menyadarkan masyarakat serta mengedukasi mereka secara terus-menerus dan juga memfasilitasi pengembangan ekonomi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang tetap berorientasi pada pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut, ujarnya.

Lebih lanjut, Yusron menyampaikan pentingnya awig-awig serta peran perangkat Desa hingga ke tingkat Dusun yang ada di wilayah pesisir agar para nelayan kita tetap menjaga kelestarian wilayah pesisir dan perairan dengan cara melakukan penangkapan ikan dengan cara tidak mencemari dan merusak lingkungan.

Peran serta Pokmaswas juga sangat penting, untuk itu akan diperkuat legalitasnya dengan penerbitan SK kelompok, ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB sangat mengapresiasi kehadiran seluruh perwakilan dari tim Satgas ini.
“Kehadiran Bapak-Bapak disini merupakan bentuk dari keseriusan serta komitmen kita bersama dalam rangka menjaga kelestarian perairan serta sumberdaya kelautan dan perikanan kita agar tetap lestari dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel