Mataram, - Berbagai cara dilakukan oleh Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia pariwisata yang handal. Dua ratus lebih pelaku pariwisata dari berbagai komunitas di Lombok hadir dalam Biannual Tourism Forum Lombok yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Mataram, Kamis (28/11).

Forum yang digelar dua kali setahun ini dalam rangka penyusunan program pengembangan pariwisata di daerah.

Asdep SDM dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, SE, MM mengatakan bahwa acara tersebut merupakan agenda sokongan dana World Bank untuk meningkatkan keterampilan tenaga pariwisata di daerah penyokong Kawasan Ekonomi Khusus sebagai destinasi prioritas.

Ditambahkannya, semua stakeholder diundang agar anggaran dari Bank Dunia bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat.

"Acara ini untuk melatih para pelaku wisata menjadi handal termasuk dalam program pengembangan destinasi daerah penyangga KEK Mandalika, mereka kita latih menyusun program wisata untuk diusulkan ke Kemenpar sebagai acuan kita kepada Bank Dunia (World Bank) dalam menggelontorkan dananya untuk pengembangan destinasi penyangga KEK misalnya sembalun, Narmada, Mayura, Sekotong, dan destinasi menarik lainnya yang ada di Lombok," bebernya.

Wisnu menyebut lebih 400 Milyar anggaran digelontorkan oleh Bank Dunia untuk tiga daerah penyangga KEK yakni Mandalika, Danau Toba dan Labuan Bajo.

Acara semacam diskusi rumusan program pariwisata ini kata dia untuk menghasilkan output yang lebih baik bagi perkembangan pariwisata kedepan.

"Semua komunitas pemerhati pariwisata di Lombok ini hampir semuanya hadir dan konsen terhadap acara ini, itu artinya kita semua ingin maju dan dengan cara ini saya yakin pariwisata kita akan maju, lombok akan maju karena masyarakatnya awarness (semakin sadar) akan besarnya potensi pariwisata Lombok dalam mensejahterakan mereka sehingga tidak apatis lagi terhadap dunia pariwisata," pungkasnya.(red)