F Hawa Nafsu ditunaikan di jalan Allah! - Mata Nusantara -->

Hawa Nafsu ditunaikan di jalan Allah!


KALBAR, - Majelis Meraih Berkah Subuh (MBS) Masjid Assyakirin, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mengadakan kuliah subuh dengan penceramah TGB HM Zainul Majdi, Minggu (3/11).
Kepada para jamaah, TGB mengingatkan untuk tak henti bersyukur kepada Allah. Sebagaimana 17 kali dalam sehari membaca Al Fatihah yang di dalamnya dimulai dengan Alhmadulillahi rabbil alamin.
Syukur disini dengan menggunakan nikmat yang ada baik lahir dan batin untuk meraih ridha Allah.
"Selalu meletakkan amal dalam timbangan ini, meraih ridha Allah," katanya.
Subuh berjamaah ini, lanjut TGB  bagian dari ikhtiar yang dilakukan pagi hari ini. Langkah untuk mendapat barakah dari Allah. Yang dimaksud dengan barakah ialah setiap kebaikan yang bertambah setiap hari.
"Istiqamah, nyambung terus. Bukan sekali berbuat baik, tapi terus berbuat baik," sambungnya.
Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (OIAA) mencontohkan, kemuliaan para wali karena amalan sederhana, namun sepanjang hidup dilakukan terus menerus.
"Ada amalannya Al Fatihah, sehari 10 ribu sepanjang hayat. Ada kewalian karena shalawat kepada nabi. Sehari membaca begitu banyak shalawat," imbuhnya.
Dalam kesempatan bulan maulid, TGB menyinggung ayat 128 dari At Taubah, laqadjaa'akum rasulum min anfusikum aziizun alaihi ma anittum kharisun alaihim bilmukminiina ra'afurrahim. Dalam ayat ini menjelaskan Rasul menyampaikan kepada umat berdasar petunjuk dan perintah Allah.
"Tak menambah maupun mengurangi," tandas TGB.
TGB melanjutkan, dalam ayat ini mengarahkan hawa nafsu bukan melawannya. Hawa nafsu ditunaikan di jalan Allah. Misal, suka pada perempuan dengan pernikahan.
"Bagi yang belum menikah bisa dengan puasa," bebernya.
"Manusia suka pada harta kemudian diarahkan kepada untuk mencarinya secara halal. Dalam Islam semua keinginan hasrat diarahkan bukan dirusak," sambungnya.
Min anfusikum dalam ayat ini, sambung TGB, menunjukkan Nabi Muhammad ini bagian dari kalian. Rasul hidup bermasyarakat. Bukan orang yang tak peduli dengan orang lain.
"Rasul mengatakan masyarakat yang bergaul ditengah-tengah ada keburukan lebih baik dari pada yang hidup sendiri. Islam sebagai agama sosial. Amal ditengah masyarakat jauh lebih baik dari pada sendiri," terangnya.
TGB berkisah, ketika Nabi Muhammad pulang dari Gua Hira, ia ketakutan. Kemudian diselimuti Sayyidah Khadijah.
"Istri nabi mengatakan tak mungkin ada sesuatu yang buruk dari sana (Gua Hira). Karena sepanjang hidup nabi berjiwa sosial, menjaga silaturahim, menjenguk orang sakit, membantu orang yang ada beban," ujar Cucu Pendiri Nahdlatul Wathan TGKH Zainuddin Abdul Madjid ini.
Selanjutnya, penjelasan ayat ini Nabi berat ketika ada beban menimpa umatnya. Tiap hari mendatangi umatnya. Bahkan nabi "bernegosiasi" ketika perintah salat 50 kali sehari semalam. Nabi minta kepada Allah menjadi lima kali sehari.
"Nabi sehari 100 kali juga bisa, nabi meminta buat kita umatnya. Lima kali salat nilainya sama dengan 50 kali salat," urainya.
Suatu ketika, lanjut TGB, ada sahabat datang kepada Nabi, ia tak punya uang. Ia mengaku kuat salat, puasa, tapi tak bisa bersedekah.
"Kata Nabi, sahabatku jangan khawatir, sedekah luas maknanya. Bagi yang punya uang dengan uang, bisa juga dengan zikir, menolong orang kesulitan, dan senyumlah itu sedekah. Nabi memberikan alternatif dan jalan keluar," imbuhnya.
Nabi Muhammad, kata TGB, selalu mencari konsep yang dipimpinnya selamat dunia dan akhirat. Ada inisiatif kebaikan.
"Kita para suami bisa mulai mengajak salat berjamaah istri, mencinta Alquran, serta cinta fakir dan miskin," bebernya.
Terakhir, tambah TGB, pada ayat ini menunjukkan, hati rasul penuh dengan kasih sayang. Para ulama menyatakan inilah kunci dari sifat-sifat yang dibahas pada ayat ini.
"Mahabbah sebagai kunci. Kalau ingin membaca Alquran kita berat, sebelum dibaca cintai dahulu Alquran, lihat kitab suci itu. Kemudian dibaca penuh cinta. Hal kecil dilakukan dengan penuh cinta akan menghadirkan kebaikan," tutupnya.(*)
#tuangurubajang
#moderasiislam
#dakwahnusantara
#islamwasathiyah
#islamahlusunnahwaljamaah

Post a comment

Iklan Atas Artikel

 


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel